Tampilkan postingan dengan label SELEBRIZY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SELEBRIZY. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Busro, Basrief, SBY seutuhnya

 
 
Akhirnya, Busro Muqaddos terpilih jadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian juga Basrief Arief dihampir bersamaan ditunjuk memimpin Kejaksaan Agung menggantikan Hendarman Supanji. Kepada merekalah dipercayakan tugas dan tanggungjawab bangsa dan negara. 
 
Tapi biar bagaimanapun, mereka bukanlah malaikat. Busro, Basrief, SBY atau yang lainnya punya zizykemanusiaan. Punya rasa senang dan susah. Rasa tergugah membalas budi dan jasa-jasa orang terhadapnya. Mereka sadar kalau posisinya sekarang juga karena berkat campur jasa orang lain. Tidak ada yang salah malah lumrah membalas budi, yang salah setidaknya kurang wajar apabila balasannya itu tidak adil alias merugikan sebagian besar pihak lain.
 
Untuk itulah para pejabat publik sebutlah Busro Muqaddos sebagai ketua KPK, Basrief Arief sebagai Jaksa Agung atau SBY selaku Presiden RI, bukanlah dirinya seutuhnya, integritas dirinya tidak murni seperti sebelum menjabat. Kini harus mempertimbangkan saran, idea atau pemikiran pihak lain yang berjasa kepadanya. Itu sudah menjadi tuntutan moral. Kalau pendapat atau usul pertimbangan itu tidak adil dan hanya menguntungkan pribadi pengusul/berjasa, maka kehormatan dan jabatan sudah dipertaruhkan.
 
Akankah Busro Muqaddos mempertaruhkan harga diri dan kehormatan integritas pribadinya demi jabatan yang hanya satu tahun? Kita lihat nanti dan terbukti semua pejabat aslinya terlihat setelah tidak menjabat lagi 

Kamis, 25 November 2010

MISTERI GAYUS DI NUSA DUA

Setidaknya tiga misteri keberadaan gayus H Tambunan di Bali yaitu murni ingin menghibur diri, kedua karena bisnis dan yang ketiga terdapat motif politis.

Kalau Gayus  di Nusa Dua, Bali, semata-mata untuk menghibur diri dari jenuhnya penjara, kenapa musti jauh-jauh ke Bali.  Apa karena merasa tidak ada yang menyangka apalagi mengenalinya. Bukankah kasusnya masih hangatnya dan  menjadi sorotan publik 

Mungkinkah Gayus punya kepentingan bisnis ? melihat big boss group bakri ada di tempat sama pun terlihat khalayak di tempat sama. Mungkin saja karena Gayus menangani masalah beberapa perusahaan bos besar itu yang kemudian teridentifikasi kolusi dan merugikan keuangan negara, Meskipun gayus membantah ada unsur selain ingin menghibur diri seperti beberapa tahanan lainnya yang sering keluar penjara, serta sang bos besar bakri menyatakan ini dipolisir dan kalau hanya ingin ketemu Gayus tak perlu jauh-jauh ke Bali, sudah terlanjur menjadi isu politik dan dipolitisir. Alangkah tidak profesionalnya Bos Bakri itu seandainya ke Bali hanya untuk  dial dengan orang yang banyak tahu tentang perusahannnya yang dianggap bermasalah. Pasti banyak orang dekat big boss yang bisa mengurus masalah semacam itu. Tidak ketinggalan partai politik yang juga big boss sebagai ketuanya mengcounter setiap tuduhan yang di arahkan kepada mereka dan pribadi sang bos besar. mereka menuduh Gayus diperalat atau saling memperalat demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Mereka melihat kejanggalan saat Gayus menonton turnamen tenis dunia yang diadakan di nusa dua bali padahal Gayus tidak punya riwayat menyukai permainan tenis. Gayanyapun seakan ingin mempertontonkan diri meski dengan samaran kurang sempurna alias gampang ditebak. Dan pada akhirnya berhasil disorot kamera wartawan yang kemudian mempublikasikannya.

Apakah ada pihak lain yang  mencoba memancing di air keruh ataukah ada partai politik rival partai group bakri yang sengaja memasang konspirasi? atau jangan-jangan partai yang bersangkutan dibaliknya untuk menakar sentimen politik pra tahun 2014? atau jangan-jangan wartawan yang bersangkutanpun terlibat persekongkolan dengan pihak yang mana dan maksud apa. Ataukah keberadaan Gayus di Bali sengaja diatur oleh pihak-pihak tertentu untuk menyerang pribadi Susnoduaji yang disebut-sebut sebagai Wistle Blower yang katanya juga sering keluar tahanan tanpa melalui prosedur yang kemudian menginsfirasi Gayus keluar tahanan atau juga serangan itu diujukan kepada institusi kepolisian secara umum?

Ini benar-benar masih misteri dan akan terus menyisakan misteri lain dan Gayus terus menjadi ancaman bagi yang lain. 

Kamis, 30 September 2010

JEMPOL SBY

Selain tepuk tangan, acungan Jempol  juga diisyaratkan yang baik-baik.
Orang berbicara diacungi jempol bisa diartikan aku setuju denganmu. seniman dijempolin berarti bagus, indah atau bagus.Bisa juga diartikan Oke, untuk anak sekolah berarti pintar. Dan tidak selevel makna kalau diacungi jari kelingking apalagi posisi kelingking atau jempol itu terbalik, berarti kurang baik dan banyak orang memaknainya sebagai penghinaan. Tidak pernah jempol tangan dipakai membersihkan kotoran hidung selain jari kelingking.

Di film Bruce Lee, kalau ditantang atau harga dirinya dilecehkah dia selalu menggesekkan sekilas jempolnya pada hidungnnya sendiri. Berarti jempol sangat berati baginya. Orang terdahulu terkadang masih banyak orang jaman sekarang kalau ingin mengikat perjanjian jempol dipakai menandai di atas kertas bermaterai. Sensei orang terdahulu banyak mengobati pasien dengan menyentuhkan jempolnya di langit-langit mulutnya lalu menempelkan pada anggota tubuh pasien yang sakit. Orang yang menjunjung tata krama adat leluhur sering memakai jempolnya untuk menunjuk atau mempersilahkan orang yang dihormati. Dan banyak lagi isyarat jempol yang dimaknai baik-baik. 
  

Mengenai Jempol, saya punya zizylain dari pemilihan presiden tahun 2009 lalu, yang mencalonkan tiga pasangan presiden dan wakilnya. JK/WIRANTO, SBY/BUDIONO dan MEGAWATI SUKARNOPUTRI berpasangan PRABOWO SUBIANTO. 
Entah kebetulan atau tidak. Oleh penganut Simbolism mungkin dianggap sangat bermakna dan bertautan, oleh para Kemunkinism menganggap boleh ya bisa tidak, karena begini maka begitu, tidak mungkin begitu kalau tidak begini, dan munkin oleh Para Kebetulanism menganggap terlalu dihubung-hubungkan. Yaitu Mencelupkan jari tangan pada botol tinta  pemilu penanda sudah menggunakan hak pilihnya. Satu-satunya peserta calon presiden dan wakil presiden yang mencelupkan jempol jari tangannya dan kemudian mengacungkannya adalah SUSILO BAMBANG YUDOYONO calon yang lain memakai jari kelinkingnya dan kemudian mengacungkannya.

Apakah ini suatu isyarat kalau SBY memang yang terbaik, terbagus, paling oke? entahlah, yang jelas SBY memang terbukti jadi presiden untuk priode kedua tahun 2009. 

Sekarang SBY tertantang untuk membuktikan kalau memang Dirinya salah seorang anak bangsa yang terbaik untuk bangsa dan negaranya.


Sumber referensi gambar:
-3.bp.blogspot.com 
- Media. Vivanews.com.
- Zefk.files.wordpress.com
- Kompas.com

Selasa, 28 September 2010

Tahun sulit SBY

Tahun pertama pemerintahan SBY/BUDIONO tampaknya tahun sulit dan merepotkan, bukan cuma tatanan birokrasi yang didesak perlu direformasi, tetapi juga tindak kriminal  semakin canggih dan berani termasuk teroris yang seakan tak ada habisnya.

Ada beberapa hal menurut saya merepotkan pemerintahan khususnya Presiden SBY.

Budiono sebagai Wakil Presiden adalah pilihan politik SBY dinilai banyak orang sebagai pilihan kontroversial.Meski Budiono pembawaannya kalem, tenang, lurus, tidak ambisius, dan banyak prestasi ekonomi, tapi tidak bisa banyak membela diri atas tuduhan perpanjangan tangan ekonomi Barat. Sikap diamnya itu semakin menguatkan dugaan. Berbeda dengan JK yang spontan, agresif menanggapi setiap isu yang ditujukan pada mereka. Tapi sikap JK ini oleh SBY yang penuh perhitungan taktik dan strategi, merasa dilangkahi dan ini bisa membuat citra JK lebih real president. Sby tentu tidak mau terus-menerus diisukan pemerintahan dualisme kepemimpinan yang dalam teori militer " akar SBY" sangat berbahaya. Di satu zizy, SBY tidak perlu repot melayani setiap tuduhan.Dan terakhir, Wakil Presiden Budiono tersandung skandal Bank Century. Otomatis presiden yang satu paket dengan wakilnya terbawa-bawa. Yang sedikit membantu disamping bangsa kita sebagian sentimentil  (pemaaf) adalah Budiono tidak ambisius serta ikhlas mengundurkan diri bila itu dikehendaki banyak orang juga bisa memahami keputusannya dalam masalah Century saat jadi Gubernur Bank. Semoga Budiono bisa membuktikan diri kalau Ia memang pantas menjadi Wakil Presiden kalau perlu jadi Presiden selanjutnya.

Sebagian orang dekat SBY juga ikut merepotkan. Mereka sering membuat pernyatan dan sikap pencitraan oleh pihak lain dinilai berlebihan. Kita bisa lihat masalah jabatan Jaksa Agung. Tidak perlu sampai ke Mahkamah Konstitusi seandainya orang dekat SBY jeli melihat peluang kritikus masuk. Meski banyak meng-counter dan berkali-kali tapi sudah terlanjur jadi isu nasional dan konsumsi publik. Pun setelah keluar putusan MK orang-orang dekat presiden tetap menganggap putusan itu tidak ada pengaruhnya alias Hendarman Supanji tetap sebagai Jaksa Agung selama ada surat pemberhentian dari yang mengankatnya. Sebagai orang yang mengagungkan hukum sebagai panglima, SBY akhirnya mengeluarkan putusan pemberhentian Hendarman Supanji. SBY lagi yang repot atas ngotot orang-orang dekatnya.

Anggota partai koalisi juga punya andil tersendiri. Segala kebijakan SBY/BUDIONO harus dengan komfirmasi dan persetujuan anggota pendukung pemerintah.Banyak anggota berarti banyak juga kepentingan dan mustahil semua kepentingan itu dapat dipenuhi. Semua merasa berjasa syukur-syukur kalau tidak ada yang  merasa lebih berjasa dari yang lainnya dan minta lebih. Pasti ada rasa tidak adil. Ada rasa sakit hati. Di kabinet bisa saja tampak kompak tapi di parlemen belum tentu apalagi di parlemen kepentingan dan tujuan politik lebih beragam lagi. seperti kasus Century, banyak anggota pendukung pemerintah memilih keputusan menyalahkan Budiono. Akibatnya muncul istilah "ada dusta di antara kita", lebih jauhnya ada isu resufle kabinet dari orang-orang dekat SBY sendiri. Tidak tertutup kemunkinan hanya gertak untuk mengukur kesetiaan anggota koalisi.

Hal lainnya datang dari kelompok oposisi. Meski bukan berarti oposis murni yang dikenal di negara-negara liberal. Selalu ada isu panas yang dimunculkan apalagi kalau sumbernya  datang dari  kekuasan. Konversi tabung gas yang tiap hari diberitakan menimbulkan korban. Teroris yang semakin berani. Atau korupsi semakin menjadi-jadi dan tidak berbanding dengan eksekusinya.

Munkin yang lainnya adalah Kalangan opurtunis. Melihat priode SBY sudah memasuki ambang batas tentu banyak ancang-ancang memperkokoh kedudukan, mencari posisi lain yang lebih menguntungkan tapi dengan mengabaikan alur-alur yang digariskan SBY sendiri. Akan timbul istilah habis manis sepah terbuang. Seperti Pimpinan yang lalu-lalu. Soekarno, Soeharto yang dielukkan sebagai Bapak Pembangunan sekarang hampir semua orang berbalik, Abdurrahman Wahid ditinggalkan orang-orang dekatnya setelah tidak berkuasa lagi, Megawati banyak pendukungnnya mendirikan partai baru, begitupun akan terjadi pada Susilo Bambang Yudoyono. Mudah-mudahan SBY tidam menjadi korban opurtunis.
     















    Sabtu, 25 September 2010

    TAROT DAN PEMILU

    Zizylain permainan tarot yang berkesan yang pernah saya alami adalah saat pemilihan presiden Tahun 2009.
    Dengan memakai kartu remi, saya tandai kartu mana mewakili arti apa menurut buku panduan tarot. Antara percaya dan tak percaya permainan tarot dan penasaran siapa yang bakalan jadi presiden, saya memulai aksi misterius ini.

    Pertayaan pertama kira-kira: Apakah JK menjadi Presiden RI tahun ini.
    Kartu yang terbuka menunjukkan kartu negatif berarti bukan Dia menurut versi saya.
    Kartu kedua terbuka menunjukkan golongan kartu positif dengan pertanyaan: Apakah Megawati Sukarnoputri yang jadi presiden. Berarti, Ya.
    Selanjutnya,Apakah SBY yang memenangi pemilu kali ini, dan jawabannya, Ya, untuk arti kartu positif.
    Saya berkesimpulan, dengan terbukanya ketiga kartu itu dengan tema pertanyaan yang sama, JK kalah dan Megawati Sukarnoputri serta SBY keluar sebagai pemenang pemilu atau sama-sama berpeluang jadi presiden.

    Dihari yang sama, saya mulai menebar tarot lagi dan mencoba menafsirkannya. Dari pertanyaan dan metode yang sama, tetap menunjukkan arti yang sama meski kartu yang terbuka berbeda.Saya merobah formulasi tebaran tapi tetap pertanyaan yang sama sebelumnya. JK diversuskan dengan SBY hasilnya JK negatif; JK versus Megawati Sukarnoputri hasilnya JK positif; Megawati lawan SBY dan SBY negatif. Saya malah bingung dan merasa terjebak pertanyaan dan keinginanku sendiri. Saking bingunnya tebaran terpaksa direhat. Keluar dari dunia intuisi yang membingunkan dan mencoba ke dunia logika.

    Meski SBY smart, tenang, santun dan berwibawa, banyak  lebih condong ke JK yang dinilai santai,  terbuka, spontan dan bisa ditebak jalan pikirannya. Kalau SBY dengan Megawati, oleh banyak pengamat, SBY diunggulkan apalagi banyak partai pendukungnnya, tapi Megawati tidak bisa diabaikan di samping pendukung setianya dari golongan menengah ke bawah juga banyak tokoh-tokoh yang tidak tampak di publik mendukungnnya dengan diam-diam.Bisa jadi apa yang tidak terduga jadi nyata apalagi politik tak dapat diprediksi sekalipun oleh ahli politik.

    Saya kembali menebar kartu di hari yang sama. Lagi-lagi saya ikutkan JK/Wiranto untuk menguji akurasi tebaran, tapi mereka tidak tampak, saya ulangi lagi sekali lagi, tetap tak muncul munkin sudah menyalahi aturan pertarotan.

    Tebaran berikutnya, SBY melawan Megawati. Saya berusaha mengesampinkan pikiran-pikiran dari setiap tebaran kartu Megawati yang saya anggap misterius, hasilnya SBY menunjukkan kartu golongan positif. Kembali menebarkan sisa kocokan kartu dengan pertanyaan: kenapa SBY menang, saya inpretasikan karena banyak dukungan meski lupa kartu apa yang terbuka saat itu, kesimpulan itu saya abaikan karena mungkin terpengaruh tanyangan dan pemberitaan media. Kembali membukan sisa kocokan kartu yang lain dan yang terbuka adalah 10 tongkat dengan pertanyaan: Apakah pemerintahannya lebih baik dari periode sebelumnya? . Bukankah berarti lebih baik tapi juga lebih repot?. Wallahuw wallam bis sawab.




    Rabu, 04 Agustus 2010

    Ariel dalam Syair.....

    Ada yang benci dirinya
    Ada yang butuh dirinya
    Ada yang berlutut mencintainya
    Ada yang kejam menyiksa dirinya
    Dosakah yang dikerjakan
    Sucikah mereka yang datang

    Penggalan syair itu pernah dinyanyikan Ariel alias Nashril Irham, mantan vokalis band Peterpan.

    Engtah, kenapa Peterpan sempat membawakannya, yang kebetulan bukan ciptannya sendiri. tentu tidak ada yang salah bila menyanyikan lagu yang pernah ngetop di era tahun 80-an

    Yang aneh, setidaknya sedikit dianeh-anehkan, syair-syairnya itu sangat menyentuh sekaligus mengena dalam situasi masalah yang tengah dihadapi ariel menyangkut skandal video 18+ layak sensor itu.

    ada yang benci dirinya, sebagian penggemarnya, saingan profesinya, setidaknya pasangan mainnya dalam video itu, karena akibat ulah pengabadian adegan mereka itulah mereka juga terseret kasus hukum. Ada yang butuh dirinya, penikmat musik; pelaku bisnis musik; mulai produser;sponsor; media sampai pada pedagan kaset dilapak-lapak pasar, tak peduli itu asli apa bajakan; termasuk kaulah muda arielmania. yang tega menyiksa dirinya adala pengupload dan penyebar adegan ranjangnya yang sempat meresahkan masyarakat itu dan ramai dipemberitaan mancanegara.Yang mereka kerjakan tentu berdosa menurut hukum agama dan hukum masyarakat karena belum ada ikatan pernikahan yang membolehkan mereka melakukan perbuatan itu. Dan yang membenci, mencaci, menghinakan tidak ada jaminan bahwa mereka lebih baik dari Ariel sendiri.

    Jumat, 07 Mei 2010

    Akhirnya SRI MULYANI NON AKTIF juga.

    Pengankatan Sri Mulyani sebagai Direktur Pelaksana Harian Bank Dunia, disaat hampir bersamaan pengajuan pengunduran dirinya sebagai Menkeu yang kemudian langsung disetujui Susilo Banbang Yudoyono, oleh Kwik Kian Gie dinilai tidak wajar. Bagaimana tidak disaat kasus Bank Centuri belum jelas.

    Bagi pemerintah (SBY) adalah moment yang tepat untuk menonaktifkan Sri Mulyani dari sorotan publik yang oleh lawan politiknya dijadikan sebagai salah satu 'duri didagin' pemerintah. Persetujuan pengunduran diri Sri Mulyani merupakan upaya pencitraan SBY yang selalu mempertimbangkan soal dari berbagai zizy meski terkesan lamban.

    Dengan begitu kurang kesan lagi kalau penonaktifan Sri Mulyani sebagai reaksi desakan lawan polik SBY, terlepas dari benar salahnya keputusan bail uot BC yang dimasalahkan itu.

    Pengankatan Sri Mulyani sebagai pejabat bergensi perekonomian dunia dan persetujuan pegunduran dirinya oleh Presiden SBY tidaklah serta merta pemerintah terlepas dari beban. Lawan politiknya setidaknya pihak-pihak yang tidak senang ataukan pihak yang menunggu hasil pancingan di air keruh diam begitu saja. Pasti akan mencari cara lain untuk mempertahankan apa yang selama ini dilakukan adalah benar dan simbol perlawanan atas ketidakadilan yang berkuasa.

    Lawan politik pemerintah akan terus meminta pertanggungawaban Sri mulyani dan Budiono. Berusaha menghalangi Sri Mulyani meninggalkan Negara Indonesia ke kantor barunya, Washinton DC, Amerika Serikat. sampai putusan hukum kasus BC mendapat putusan tetap. Akan lebih menambah citra Sri Mulyani sebagai kaki tangan Neolib yang nota bene Bank Dunia adalah marcusuar liberalisme dunia.

    Tidak tertutup kemunkinan kecurigaan Kwik Kian Gie akan menjadi blunder yang membuat Pemerintahan SBY semakin melemah. Kalau memang tidak ada apa dibalik itu, kenapa SBY tidak tetap mempertahankan Sri Mulyani sebagai Menkeu yang punya prentasi mendunia, apa benar SBY kini sadar kalau bail out BC memang tidak tepat, tapi demi menjaga citra lalu beralasan kalau Bank Dunia membutuhkan Sri Mulyani, apa Bank Dunia lebih penting daripada Indonesia yang membutuhkan profesional seperti Sri Mulyani?. Apa munkin Bank Dunia punya maksud lain dari keputusan pengankatan Sri Mulyani? munkin ada agenda lain mengenai utang Indonesia?.

    Akhirnya hanya tinggal pertanyaan yang menunggu jawaban yang pasti selalu menimbulkan pertanyaan baru, karena inilah zizylain dari kehidupan bermasyarakat yang majemuk seperti Indonesia.

    Jumat, 02 April 2010

    Artis bayangan

    Temanku punya kawan; kawannnya punya teman;temannya ini punya cerita, tapi jangan bilang siapa-siapa:
    Katanya:Seandainya aku menjadi seleb, hidupku ini pasti terasa indah, segeeeeer dan nikmat senikmat expresso di cafe coffe been.

    Tiap hari go show yang diliput pagi, siang, petang bahkan sampai tengah malam. Di gossipkan orang pertama, kedua, ketiga hingga bukan empat mata lagi yang sepertinya empat mata pernah dilarang. Kemudian menjadi gossip milik kita bersama dan makin asyik aja, yang cek dan richeknya diragukan meski menjadi target investigasi.

    Kehidupannya selalu menjadi hot shot. Bagaimana asal mulanya menjadi seorang seleb. Ikut antri audisi festifal-festifal. Mulai dari indonesian idol, audisi fantasi indonesia sampai konteks dandut indonesia.

    Mulai saat itu menjadi hari-hari yang aneh dalam kehidupannya lebih-lebih setelah ikut acara take me take out yang menurutnya penuh trik dan intrik dalam mendobrak kepopulerannya. Ia ikut sekadar tawar ekting dan selalu mematikan lampu untuk membuatnya tetap disorot mata kamera. Dan sungguh hidup yang terkadang membuatnya termehek-mehek sendiri.

    Pernah berimajinasi diundang kick andy noya, satu jam bersama indi rahmawati, sampai pada acara oprah winfray show, karena kegiatannya banyak berkaitan carity dan mengundang takjub. Menyumbang sana sini, membedah rumah orang lain, bahkan tak jarang memberikan hadiah rumah.

    Aku hanya bilang kalau bukanlah star apalagi super star. jangan sampai kau bukan dirimu lagi yang senang dengan diri dan keadaanmu. Mensyukuri yang didapat dan menikmati yang ada. Seleb itu belum tentu menikmati yang ada padanya seperti keinginannya belum tentu apa yang dipikirkan sama dengan kita. Belum tentu apa yang kita nikmati sama nikmatnya yang kita rasakan...Inipun zizylain dari manusia yang lain.

    Selasa, 23 Maret 2010

    Kenapa "ZIZYLAIN" ?

    Cerita lama sarat hikmat yang pernah saya dengar adalah di suatu masa dan tempat antabaranta, seorang bapak beserta seorang anaknya menuntun seekor keledai melewati kelopok masyarakt. Salah seorang dari kelompok masyarakat itu menyatakan:

    "alangkah bodohnya bapak itu ada keledai kenapa tidak dijadikan tunggangan yang biasanya untuk itu". Sang bapak kemudian menunggangi keledai itu sementara anaknya menuntunnya melewati kerumunan orang, dan salahseorang dai mereka berkata:

    "sungguh teganya bapak itu, anak sekecil itu dibiarkan jalan menuntun sementara bapaknya yang kuat segar bugar enak di atas keledai". kemudin sang bapak menukar posisi, anak diatas keledai sementara bapaknya menuntun hingga melewati kelompok orang tua:

    "dasar anak durhaka tidak punya rasa hormat pada orang tua". Sang bapak kemudian menyertai anaknya diatas keledai sampai didepan kerumunan pecinta binatang dan mengatakan kalau bapak anak tidak punya rasa kasihan sama binatang.sampai akhirnya mereka punya ide ekstrim, memikul keledainya dan orng-orangpun menganggapnya sudah gila.

    Dari situlah ide nama blog ini muncul, dan merupakan fakta yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

    Apa yang kita lakukan belum pasti sesuai apa yang dipikirkan orang lain pun sebaliknya kita bilang benar bagi orang lain belum tentu pun sebaliknya, karena kita dilahirkan beda dan unik satu sama lain.

    Dlam kitab suci meski satu umat terkadang berbeda penapsiran dan apa yang dilakukan dan masing-masing mengklain dirinya paling benar yang lain salah setidaknya kurang benar. Itu salah satu zizylain.

    Ada kiri ada kanan, ada langit ada bumi, ada sorga ada neraka, ada siang ada malam, ada baik ada salah tentu menurut persefsi masing-masing. Juga zizylain dari yang lain.

    Ada yang mengatakan bail out Bank Century sudah tepat yang lain mengatakan salah dan melanggar kepatutan.
    Ada mengatakan orang yang tidak bayar pajak menimbulkan kerugian negara yang lain berpendapat hanya mengurangi yang ditargetkan karena bukan sistem berapa pemasukan dikurang berapa pengeluaran. Itupun salah satu zizylain keunikan pergaulan kita. Bahkan disatu manusia terdapat beberapa sisi yang saling bertentangan.

    Aku sendiri yakin bahwa apa yang kita tahu apa yang kita lakukan dan kemudian menjadi pengalaman adalah unik diantara banyak keunikan yang ada. Yakin apa yang ingin kita lakukan, kerjakanlah dengan niat yang baik dan serahkan semua pada Yang Satu pemilik dan pengatur semua yang unik yang merupakan sunnahnya.