Tampilkan postingan dengan label INDONESIANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIANA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 September 2014

Voting RUU PILKADA, kalah siapa?

Voting RUU Pilkada yg memutus pemilihan Kepala Daerah dikembalikan ke DPRD, meninggalkan pro dan kontra. Yang kontra menyebutnya mundurnya demokrasi dan yg pro mengatakan kembalinya demokrasi pacasila(permusyawaratan). Yang satu menuduh DPRD jadi sarang korupsi dan nepotisme yg lain mengklaim meminimal bentrok antar pendukung. Dan lucunya masing-masing pihak menklaim atas nam rakyat. 
Bukankah kalau ada satu yg  benar pasti yg lainnya salah, tidak mungkin dua-duanya benar pun sebaliknya.

Pihak satu menuduh, arah RUU itu untuk menjegal pemerintahan dan koalisinya karena sebelumnya ada beberapa partai yg ingin pilkada langsung tapi kalah dalam pemilu kini berbalik memilih pilkada lewat DPRD karena secara administratif anggotanya lebih banyak.
Pihak kontra RUUD Pilkada yg tergabung dalam koalisi pemerintahan Tahun 2014-2019, hematnya, bisa menang dalam voting melawan Pro yg tergabung dalam koalisi merah putih seandainya intensifnya dan cantiknya komunikasi dgn yg pro. Apa mungking karena mereka angkuh atas kemenangan pemilu dan tak mau nego alagi kalau sdh menyinggung soal kedudukan dalam pemerintahan(bagi upah hasil kerja bersama siapa). Atau sudah merasa yakin menang voting setelah orang-orang penting PDIP yakin beberapa anggoa koalisi merah putih (PPP-PAN-GOLKAR-GOLKAR-bahkan DEMOKRAT) mendekat. 

Apalagi Presiden terpilih, Jokowi, dgn yakin kalau PPP sdh 80% ?. Ditambah lagi mimpi kalau Partai Demokrat setuju Pilkada Langsung dgn 10 syaratnya.

Tapi ada daya koalisi pemerintah harus gigit jari setelah kalah suara. Partai Demokrat dan Presiden SBYpun jadi pelampiasan kekecewaan mereka terutama dari PDIP.
Hematnya kalau koalisi pemerintah mau bermain 'cantik', karena suasana sidang sulit ditebak kecuali kalau mereka selalu dibuai mimpi menang voting, saat Partai Demokrat Memutus walkout akibat tuntutannya tidak diakomodir, ramai-ramai saja walkout supaya hasil sidang tidak korum. Baru kemudian memikirkan strategi lain menang voting.
Bukan tak mungkin koalisi pemerintah tak memikir itu. Disana banyak pakar politik dan ahli strategi. Kecuali terbuai mimpi menang atau jangan-jangan sekadar siasat karena sebenarnya mereka juga setengah-setengah pada pilkada langsung yg hasilnya...? Hanya demi banyak pendukung yg mengatasnamakan rakyat dan juga ada tema PRO RAKYAT . lumayan rakyat versus koalisi kalah pemilu .

Duh politik memang sulit ditebak arah dan maunya apalagi sdh menyangkut kepentingan kelompok.

Masing-masing pihak yg berkomplik bertindak selalu membawa-bawa kata atas nama rakyat! Rakyat yang mana itu ? Padahal kalau ada kepentingan rakyat seperti bbm yg tinggi, pemerintah selalu berdalih demi menyelamatkan anggaran negara.

Kamis, 23 Januari 2014

APA SETELAH YUDICIAL REVIEW UU NO 42 TAHUN 2008?


Mahkamah Konstitusi telah membacakan putusan atas uji material Uu no 42 tahun 2008 tentang pemilihan umum. Menetapkan pemilihan umum serentak  dan berlaku tahun 2019. berarti pemilu tahun 2014 ini masih mengacu pada uu pemilu sebelum direvisi.

 Dengan begitu, tahun ini, kecil kemungkinan Prof. Ihzamahendra, bisa dicalonkan jadi presiden, yang masih memakai sistem presidential thresold bila melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya tidak pernah masuk bilangan partainya berhak mencalonkan kadernya jadi presiden. Bahkan tahun inipun partainya nyaris tidak masuk peserta pemilu.

 Apakah Prof. Yusril tetap menginginkan pemilu serentak tahun ini dengan melihat celah hukum yang didapat? atau bersabar menunggu tahun 2019 seandainya 9 April 2014 nanti, partainya belum mampu menempuh presidential thresold.

 Yang pasti sebelum pemilu 2019 yang mengadekan pemilu presiden dan anggota legislatif bersamaan, masih menunggu kemungkinan judicial-judicial review tentang pemilu. Dan para cendekia tetap terus mencari celah uu  menurut 'BANGSANYA SENDIRI'.
 



Sabtu, 02 Juli 2011

Bongsor itu kini sakit

Namanya "biru", sama nama tetangganya yang super power nun jauh itu, tapi terkadang disebut Bongsor karena pertumbuhannya pesat sejak kelahirannya dan lalu jadi fenomenal. Tidak sama saudara dan keluarganya yang lain yang mengalami proses pendewasaan tapi pun kadang-kadang genit, cengeng dan kekanak-kanakan. Banyak merasa heran, kok Biru cepat membesar begitu, apa makannya dan siapa yang kasi makan, tapi sekarang tahu sama tahu dan bersaing kasi makan demi dapat berkah setidaknya sok dekat,

Biru mempunyai saudara yang duluan lahir. Namanya "Kuning". SiKuning tidak serta merta besar meski lama-kelamaan besar tidak wajar juga. karena pihak lain dipaksa dan terpaksa membesarkannya kalau tidak, jatah makan siang dikurangi bisa-bisa merana sepanjang masa. Hingga suatu waktu ramai-ramai ditinggalkan sendiri. tapi tidak terlalu lama menunggu, si kuning kembali bermetamorfosis jadi neo kuning dan tampaknya akan mengalami puberitas selanjutnya.

Juga memiliki kakak tertua "Merah" namanya. Dulu pernah jadi idola, tapi karena masa lalunya rumit. Hidupnya pasang-surut. Kini berjalan tertatih sendiri demi merebut pamor yang kini dalam kendali Si Biru. Si Merah terkadang merasa dianak tirikan hanya pringsip dan kejayaan masa lalulah yang membuatnya tetap bertahan dan baiknya masih ada sebagian sahabatnya yang masih setia menemaninya.

Kini Biru yang bongsor itu dalam keadaan sakit entah stadium keberapa. Badannya bengkak sana sini seperti teriak-teriak untuk segera ditangani belum lagi bekas-bekas cubitan dari luar yang membuatnya kewalahan menggaruk serta menangkis kiri-kanan 
Pada awalnya pihak lain menganggap itu hanya strategi pencitraan saja yang selama ini sering dimunculkan, tapi karena teriakan dan tekanan virus-virus dari dalam tubuhnya sendiri membuat semua berpikir serius akan derita Biru. Ada perihatin dan  banyak pula memandang ini adalah suatu oportuniti yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Wajar saja Biru yang bongsor itu kewalahan dan bingung menghadapi semua masalah-masalahnya yang tampak tumpangtindih karena belum cukup pengalaman dalam teknik problem solving, belum pengalaman dalam mengurus banyak komunitas dengan segala unek-uneknya, umurnya saja belum genap 10 tahun tidak seperti kakak-kakaknya yang sudah kuyup masalah. 

Parahnya lagi, pihak pihak yang selama ini dekat dan gemas dengan perpormance Biru seperti menjaga jarak, apa tak ingin tertular sakit atau melihat ada peluang mengambil posisi Biru setidaknya cari aman dari segala kemungkinan bila nantinya Si Biru terjadi apa apa yang memungkinkan diasingkan dari sebagian aktivitas dan kebahagiaan kelurganya yang selama 7 tahun ini puas dinikmati.

Saat ini benar-benar tahun ujian bagi Biru yang bongsor itu. Ia ditantang untuk memberikan bukti bahwa ia besar bukan tidak wajar tapi sehat. Bukan besar karena penyakit bukan matang karena hasil karbitan setidaknya sampai lebih 2 tahun lagi. 

                                 


  

Senin, 13 Juni 2011

Ada Apa Dengan Foto Nazaruddin

Ada banyak foto Nazaruddin dengan berbagai pose dan moment yang kerap dipublikasikan media sebagai illustrasi beritanya. Meskipun foto itu biasa tapi sepertinya tersirat menceritakan keadaan Nazaruddin dengan segala masalah dan komplikasinya akhir-akhir ini. 
Daripada ikut-ikutan kasus Nazaruddin yang tak begitu jelas ujung pangkalnya, mendingan bermain-main dengan fotonya. Anggaplah zizylain dari berita-berita yang pernah dipublikasikan seputar kasus kasusnya.

Foto ini seakan menggambarkan Nazaruddin sebagai tokoh besar dan terkenal (terkenal dalam status sosial, ekonomi dan politik) setidaknya hampir lebih besar dari setengah ukuran foto itu.
Tampak berani dengan sorot mata tajam menatap ke depan agak sedikit ke atas seakan menantang (mungkin menantang atasannya) Setidaknya menatap para wartawan ataukah blitz kamera.
Mulutnya terbuka, mengisyaratkan sedang berbicara ceplas-ceplos engtah apa yang dibicarakan itu benar atau hoax. Yang jelas banyak  yang menyukai dan diuntungkan pembicaraan itu, tapi banyak pula yang tidak menyukai omongan Nazaruddin itu sehingga merasa perlu dibungkam kalau perlu  lidahnya dipotong, meskipun itu hanya banyangan mikropon di depannya tapi sekilas seperti sebilah pedang terhunus.
Bagian kanan foto digambarkan sosok terborgol tapi siapa?. Latar belakangnya tidak jelas siapa dibalik terborgol itu, pelaku utamaka atau orang dikorbankankah. Yang pasti siapa yang berbuat harus berani bertanggungjawab, bukan lempar batu sembunyi tangan ke belakang
Tangan terborgol dengan jari-jari menyatu berarti ada konsolidari dibelakang yang terlibat atau kemungkinan terlibat. Mereka bekerja sama supaya tidak terjadi apa-apa pada sosok terborgol itu, tapi sayangnya, jari-jari  itupun tidak begitu rapat alias renggang berarti deal-deal belum tercapai diantara mereka ada tarik-menarik kepentingan. Serba salah apalagi sudah terlanjur heboh di beberapa media. 

Gambar Nazaruddin setengah memenuhi foto ini. Tetap menunjukkan orang besar. Tersenyum lebar seakan tidak ada beban. latar belakang hitam  menunjukkan masa lalu yang kelam seperti pers mengatakan kalau Nazaruddin itu pernah terlibat beberapa kasus engtah benar atau fitnah ataukah mungkin diperalat. Sosok-sosok di belakang Nazaruddin dalam foto itu mungkin berarti banyak orang lain dibelakang Nazaruddin yang terlibat pula.
Di belakang gambar Nazaruddin ada dua simbol khas terkenal yaitu padi  kapas melingkari garuda yang sering dipakai seseorang menunjukkan pejabat negara. Pejabat negara sekarang utamanya parlemen banyak terlibat kasus memalukan. Dan simbol kedua adalah bendera PD. Kedua simbol itu harus memisahkan diri dari Sosok Nazaruddin, kalau tidak akan menimbulkan spekulasi sebagai spirit becking anggotanya walau benar-benar berbuat salah. 
Bagi PD itu suatu dilema besar, tetap bersama Nazaruddin berarti partai itu secara organisatoris disakitkan, selayaknya yang sakit perlu diamputasi, tapi resikonya Nazaruddin seperti ayam jantan yang akan terus berkokok sampai jam 20 lewat 14

Foto ini menunjukkan sosok masih berani dan santai. Gambar tangan seakan mau menangkap, tapi yang mau ditangkap mengatakan:" tangkaplah kalau bisa. Aku jauh di Singapura sedangkan kalian di Indonesia dan beraninya kalau dekat wartawan (tangan itu tampak besar karena dekat kamera wartawan).  

Sabtu, 04 Juni 2011

Inilah MR A

"Ada Mr A yang mau menghancurkan Partai Demokrat. bukan menggoyang lho, tapi menghancurkan Partai Demokrat. Mr A itu seorang politisi. Dia orang lama tapi baru. baru dalam pengertian enggak nyangka kita bahwa ternyata dia menyimpan kebencian, menyimpan hasrat ingin menghancurkan Partai Demokrat dan SBY sendiri. Itulah yang membuat kami jadi kaget, enggak nyangka"
 Itulah kata Ramadhan Pohan yang dikutif lalu dirilis beberapa media 
 
inisial A ini spontan membuat orang berspekulasi siapa gerangan. Apakah ini salah satu bentuk pengalihan issu, mencoba menciptakan musuh bersama atau semata-mata karena kekilafan wakil sekjen PD ini?.
 
Jadi siapa gerangan  Mr A itu? dari mana ?apa motivasinya?. Apa Andi Mallarangen- Andi Nurpati-Amir Syamsuddin atau Anas sendiri ?
  
"Ia menghancurkan Partai Demokrat melalui kader Partai Demokrat melalui kader Partai Demokrat sendiri. Jadi kekuatan eksternal ingin mengobah kekuatan internal partai kami. Itu yang kami sudah deteksi, kami sudah dapatkan". 
 
Jadi Mr A itu bukan dari Partai Demokrat tapi mungkinkah melaui kader-kader yang tersebut itu? melihat mereka belakangan banyak dibicarakan publik media.
 
Kalau bukan dari Partai Demokrat lalu partai mana ? partai anggota koalisikah ?
 
Apakah Amin Rais, orang lama dari Partai  Amanat Nasional. Kenapa Amin Rais? bukankah dia sekarang lebih dekat dengan pemerintahan SBY dan tidak ada pernyataan-pernyataannya sekeras awal reformasi. Atau jangan-jangan dia menggigit partai demokrat dari dalam.
 
Akbar Tanjung, orang lama dan tokoh Partai Golkar.Ia juga dekat dengan Pemerintah sekarang bahkan penganjur golkar supaya berkoalisi dengan pemerintah. Ia paling berani menantang Ramadhan mengatakan siapa Mr A yang dimaksudkannya itu setelah  banyak jari ditunjukkan padanya.
 
Aburizal Bakri, ketua umum golkar. Kalau secara organisatoris kurang mungkin karena partainya salah astu pendukung koalisi, tapi secara pribadi mungkin karena kalau demokrat hancur berarti sudah gampang melawan Anas Urbaningrum di pilpres tahun 2014.
 
Ali Mochtar Ngabalin, mantan vokalis partai bulan bintang yang lantang, tegas dan berani menyebut nama yang tidak disukainya termasuk Yudoyono panggilannya pada SBY. Dia sekarang gabung dengan Partai Golkar. Mungkinkah dia masuk golkar yang dekat dengan pemerintahan SBY demi memudahkan rencaranya menghancurkan Partai Demokrat 
 
Adi massardi.Penyindir pemerintah dengan  Negeri Para Bedebah.
 
Aditjondro George Junus, penulis Gurita Cikeas yang pernah bersiteru dengan Ramadhan Pohan beberapa waktu lalu. Apa karena buku aditjondro itu kader demokrat saling mencurigai?
 
Ada petujnuk lain yang dilontarkan Indra J Piliang yang pernah diperiksa kepolisian terkait sms fitnah yang ditujukan pada SBY yaitu Mr A yang dimaksud Ramadhan Pohan itu tak lain adalah anggota partai di luar partai anggota koalisi yang disebut-sebut akan masuk bursa resufle beberapa waktu lalu tapi kemudian batal akibat tidak ada deal, jadi sakit hati. Apakah itu Partai Gerindra atau PDIP dimana Puan dan Pramono santer disebut-sebut
 
Akbar Faisal, dari Partai Hanura ?
 
Sekarang Ramadhan Pohan, Wakil Sekjen PD sekarang telah membuat masalah baru Partai demokrat setidaknya pada dirinya sendiri. SalingFitnah tidak bisa dihindari lagi. Ia mungkin sudah lupa pesannya sendiri pada Nazaruddin supaya menulis baik-baik pada bloknya supaya tidak repot nantinya atau pesan ketua pembina PD supaya hati-hati kalau bicara dan harus santun dan hindari fitnah.
 
 

Rabu, 01 Juni 2011

Nazaruddin78 blospot com

Seandainya direting, blog Nazaruddin78 agaknya menempati urutan teratas terbanyak dikunjungi netter dari tiga hari yang lalu. Betapa tidak, sosok Nazaruddin beberapa hari sebelumnya tercatat sebagai newsmaker beberapa media nasional.
Secara pribadi yang sungguh sangat subjektif menilai postingan sestimoninya tidak ada yang begitu aneh dan heboh alias biasa biasa saja, munkin karena ini hanya testimoni pertamanya yang menunggu reaksi beberapa pihak
Meski beberapa menilai ini salah satu bentuk pembelaan dirinya, tapi zizylain juga dapat dinilai kalau Nazaruddin  tersirat menyampaikan pesan kalau bukan hanya dirinya terlibat tapi banyak yang lain yang lebih heboh dari kasus yang lain. Misalnya kasus kemempora dimana Alfian dan choel banyak diberitakan terseret juga.
Zizylain pula dari postingan blog yang banyak orang mengira bukan kepunyaan atau bukan Nazaruddin yang menuliskannya adalah  tidak sedikit pengunjung yang komen sekadar beriklan blog malahan banyak yang menggelar' lapaknya dagangannya'.Kesempatan mumpung banyak pengunjung....cocok.

Minggu, 23 Januari 2011

INCOGNITO Kepala Negara

Suatu waktu Harun Al Rashid, salah satu khalifah dinasty Abbasyiah, meminta laporan keadaan rakyatnya kepada Abunawas, sastrawan sekaligus pelipur dikala baginda lara. Laporan Abunawas sungguh mengagetkan karena banyak sangat bertentangan dengan laporan pembantu-pembantu resmi kerajaan yang ditugaskan untuk itu. Mereka mengatakan pemerintahan sukses, praktek perbudakan berhasil ditekan, angka kemiskinan berhasil diminimalkan sampai beberapa persen, politik dan keamanan terjamin.

Untuk membuktikan laporan orang-orang dekat tidak sesuai fakta lapangan dan laporannya benar, Abunawas punya ide. Untuk itu Baginda Harun Al Rashid harus mengganti pakaian kebesaran yang selama ini selalu dikenakan dengan pakaian yang telah disediakan Abunawas dan diminta menunggu disebuah tepi hutan. Hingga salah seorang menemuinya. Orang itu adalah pedagan budak dan tahulah Harun Al Rashid kalau dirinya telah dijual Abunawas setelah ditunjukkan surat keterangan bertanda Abunawas.

Meski merasa terhina, tapi tetap menurut ikut orang yang sudah membelinya demi ide Abunawas yang belum dimengertinya. 

Sesampainya dirumah tuannya, Harun Al Rashid dipaksa bekerja memotong-motong tumpukan kayu bakar. Beberapa kali dicoba tapi tetap tidak bisa. Dia berpikir orang yang bisa membeli budak saja harus susah payah mengurus kayu bakar bagaimana yang tidak bisa. Orang mesti banting tulang memenuhi kehidupannya. mungkin orang sering bertengkar gara-gara sepele seperti dirinya dibentak-bentak dipaksa bekerja benar. Tidak sama dengan yang dialami selama ini. Mau apa saja dan kapan saja tidak ada masalah. Pelayanan serba cepat dan sempurna oleh orang-orang yang selalu menampakkan senyum manis tanpa beban.

Tuannya melihat budak yang baru dibelinya itu aneh dan bodoh. memegang kanpak saja tidak benar apalagi hasil kerjanya. Ia merasa rugi membelinya. Dipukulnya budaknya itu hingga Harun Al Rashid tidak tahan dan menunjukkan identitas kalau sebenarnya dirinya adalah Khalifah. Orang yang sempat membelinya itu dimaafkan dan Abunawas diminta penjelasannya. Setelah kejadian itu, Khalifah Harun Al Rashid sering melakukan penyamaran dengan caranya sendiri tanpa melibatkan orang lain untuk melihat keadaan rakyatnya secara langsung. 

Cara Harun Al Rashid itu, orang-orang mengistilahkan INCOGNITO. Kabarnya Presiden Sukarno terinsfirasi dari cara  itu, yang pada awal-awal pemerintahannya sering dilakukan.

Seandainya Presiden SBY juga terinsfirasi incognitonya Al Rashid dan meluangkan sebagian kecil waktunya berincognito, tentu tuduhan sebagian orang kalau pemerintahannya melakukan kebohongan publik tidak heboh seperti sekarang.

Saya percaya pribadi SBY, bahkan Sukarno, Suharto dan seterusnya bukanlah pembohong, tapi salah satu korban kehongang Asal Bapak Senang

Rabu, 01 Desember 2010

Kondom cegah virus HIV

Sudah tradisi masyarakat internasional termasuk Indonesia, tiap tanggal 1 Desember diperingati hari AIDS sedunia. Memang AIDS sudah mewabah dan ancaman bagi setiap pelaku seks menyimpang. Di indonesia sendiri sampai bulan Juli tahun 2010 kasus HIV/AIDS sudah mencapai angka sekitar 21.770 dan diperkirakan akan terus meningkat. Apalagi temuan BKKBN menghebohkan kalau perilaku seks menyimpang dari tradisi bahwa sekitar 52% remaja putri Jabodetabek sudah tidak perawan lagi yang memungkinkan mempercepat meningkatnya angka kasus penderita AIDS.


Untuk itulah para pemerhati HIV/AIDS dalam setiap demonya membagikan kondom untuk mencegah penularan virus HIV dan penyakit kelamin lainnya, tapi mungkinkah kondom dapat mencegah penuran virus HIV?.
Kondom sedianya hanya diperuntukkan mencegah kehamilan yang tingkat kegagalannya mencapai 20%. Menurut beberapa penelitian, kondom yang terbuat dari bahan latekx terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikrom dalam keadaan tidak meregang. Dalam keadaan meregang lebar pori-porinya meningkat 10 kali lipat virus HIV yang berdiameter 1/120 mikron. Jadi kalau untuk mencegah kehamilan saja bisa gagal, bagaimana dengan virus HIV?.




Biar bagaimanapun itu salah satu usaha setidaknya bentuk kepedulian dan merupakan pelajaran bagi yang lain. Yang paling penting perilaku sahwat tidak menyimpang dari norma dan agama dan tetap dengan satu pasangan setidaknya dengan pasangan yang aman.



Senin, 29 November 2010

Busro, Basrief, SBY seutuhnya

 
 
Akhirnya, Busro Muqaddos terpilih jadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian juga Basrief Arief dihampir bersamaan ditunjuk memimpin Kejaksaan Agung menggantikan Hendarman Supanji. Kepada merekalah dipercayakan tugas dan tanggungjawab bangsa dan negara. 
 
Tapi biar bagaimanapun, mereka bukanlah malaikat. Busro, Basrief, SBY atau yang lainnya punya zizykemanusiaan. Punya rasa senang dan susah. Rasa tergugah membalas budi dan jasa-jasa orang terhadapnya. Mereka sadar kalau posisinya sekarang juga karena berkat campur jasa orang lain. Tidak ada yang salah malah lumrah membalas budi, yang salah setidaknya kurang wajar apabila balasannya itu tidak adil alias merugikan sebagian besar pihak lain.
 
Untuk itulah para pejabat publik sebutlah Busro Muqaddos sebagai ketua KPK, Basrief Arief sebagai Jaksa Agung atau SBY selaku Presiden RI, bukanlah dirinya seutuhnya, integritas dirinya tidak murni seperti sebelum menjabat. Kini harus mempertimbangkan saran, idea atau pemikiran pihak lain yang berjasa kepadanya. Itu sudah menjadi tuntutan moral. Kalau pendapat atau usul pertimbangan itu tidak adil dan hanya menguntungkan pribadi pengusul/berjasa, maka kehormatan dan jabatan sudah dipertaruhkan.
 
Akankah Busro Muqaddos mempertaruhkan harga diri dan kehormatan integritas pribadinya demi jabatan yang hanya satu tahun? Kita lihat nanti dan terbukti semua pejabat aslinya terlihat setelah tidak menjabat lagi 

Kamis, 25 November 2010

MISTERI GAYUS DI NUSA DUA

Setidaknya tiga misteri keberadaan gayus H Tambunan di Bali yaitu murni ingin menghibur diri, kedua karena bisnis dan yang ketiga terdapat motif politis.

Kalau Gayus  di Nusa Dua, Bali, semata-mata untuk menghibur diri dari jenuhnya penjara, kenapa musti jauh-jauh ke Bali.  Apa karena merasa tidak ada yang menyangka apalagi mengenalinya. Bukankah kasusnya masih hangatnya dan  menjadi sorotan publik 

Mungkinkah Gayus punya kepentingan bisnis ? melihat big boss group bakri ada di tempat sama pun terlihat khalayak di tempat sama. Mungkin saja karena Gayus menangani masalah beberapa perusahaan bos besar itu yang kemudian teridentifikasi kolusi dan merugikan keuangan negara, Meskipun gayus membantah ada unsur selain ingin menghibur diri seperti beberapa tahanan lainnya yang sering keluar penjara, serta sang bos besar bakri menyatakan ini dipolisir dan kalau hanya ingin ketemu Gayus tak perlu jauh-jauh ke Bali, sudah terlanjur menjadi isu politik dan dipolitisir. Alangkah tidak profesionalnya Bos Bakri itu seandainya ke Bali hanya untuk  dial dengan orang yang banyak tahu tentang perusahannnya yang dianggap bermasalah. Pasti banyak orang dekat big boss yang bisa mengurus masalah semacam itu. Tidak ketinggalan partai politik yang juga big boss sebagai ketuanya mengcounter setiap tuduhan yang di arahkan kepada mereka dan pribadi sang bos besar. mereka menuduh Gayus diperalat atau saling memperalat demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Mereka melihat kejanggalan saat Gayus menonton turnamen tenis dunia yang diadakan di nusa dua bali padahal Gayus tidak punya riwayat menyukai permainan tenis. Gayanyapun seakan ingin mempertontonkan diri meski dengan samaran kurang sempurna alias gampang ditebak. Dan pada akhirnya berhasil disorot kamera wartawan yang kemudian mempublikasikannya.

Apakah ada pihak lain yang  mencoba memancing di air keruh ataukah ada partai politik rival partai group bakri yang sengaja memasang konspirasi? atau jangan-jangan partai yang bersangkutan dibaliknya untuk menakar sentimen politik pra tahun 2014? atau jangan-jangan wartawan yang bersangkutanpun terlibat persekongkolan dengan pihak yang mana dan maksud apa. Ataukah keberadaan Gayus di Bali sengaja diatur oleh pihak-pihak tertentu untuk menyerang pribadi Susnoduaji yang disebut-sebut sebagai Wistle Blower yang katanya juga sering keluar tahanan tanpa melalui prosedur yang kemudian menginsfirasi Gayus keluar tahanan atau juga serangan itu diujukan kepada institusi kepolisian secara umum?

Ini benar-benar masih misteri dan akan terus menyisakan misteri lain dan Gayus terus menjadi ancaman bagi yang lain. 

Sabtu, 20 November 2010

Kotak Pandora isi Gayus

Sebuah mitologi Yunani dikisahkan dewa tertinggi, Zeus, marah besar kepada para Titan, karena membocorkan rahasia pengetahuan dari puncak Olympus kepada umat manusia. Titan yang paling dibencinya  adalah Prometheus dan Epimetheus. Prometheus dihukum dengan cara tiap hari hatinya dimakan burung elang suruhan Zeus, sedangkan Epimetheus dihukum melalui Pandora.

Pandora adalah sebuah patung perempuan cantik yang kemudian diberi kehidupan dan beberapa keberkahan lainnya termasuk rasa ingin tahu oleh Dewa Zeus. Siapa yang melihat Pandora pasti akan jatuh hati tidak terkecuali Epimetheus yang kemudian berhasil mempersuntingnya. Sebagai hadiah perkawinan, Dewa Zeus yang dari dulu dendam kepada Titan, menitipkan sebuah kotak untuk pandora, tapi tidak boleh dibuka oleh siapapun termasuk Pandora sendiri.
Suatu hari, Pandora yang biasanya teguh memegan janji dan tanggung jawab tidak membuka kotak titipan Zeus, dikalahkan oleh rasa ingin tahunya apa isi kotak itu. Dibukanya kotak titipan Dewa Zeus itu dan keluarlah segala kejahatan dan menjadi ancaman bagi semua orang.

Benar tidaknya itu hanyalah mitos fiktif, yang terang ada kemiripan setidaknya saya mirip-miripkan sendiri dengan salah satu dan kemudian melahirkan banyak kasus lainnya di tanah air.

Bermula Komjend Susnoduaji mengunkap kejahatan pajak yang dilakukan Gayus Tambunan. Dampaknya besar dan melibatkan banyak pihak termasuk institusi kepolisian bahkan peradilan. Temuan terakhir didapat seratusan perusahaan yang pernah ditangani Gayus terindikasi bermasalah dan dicurigai terjadi praktek kolusi dan korupsi diantara korbannya adalah Alif Kuncoro, konsultan pajak termasuk beberapa atasan Gayus sendiri di lingkungan perpajakan di tuntut memberikan kesaksian tidak benar.

Dari institusi kepolisian yang terlibat diantaranya: Edmond Ilyas dan Raja Erizman dituduh melanggar kode etik kepolisian karena membuka blokir rekening bank Gayus. Arafat Enani dan Sumarni dituduh menerima suap dari penanganan kasus Gayus.

Pihak lain yang melibatkan diri adalah hakim yang menangani kasus pajak itu, karena membebaskan tuduhan dan tuntutan kepada Gayus. Alasan pembebasan tuntutan itu karena tuntutan jaksa penuntut sangat lemah dan tidak berdasar, setelah diusut ditengarai terjadi permufakatan antara pihak hakin dengan jaksa penuntut. Pun pengacara Gayus juga beserta anak buahnya tidak lepas dari dari persekonkolan dengan cara merekayasa aliran uang direkening Gayus. Begitupula dengan Andi Kosasi diseret ke hadapan hukum atas tuduhan terlibat pencucian uang dengan modus mengaku semua uang direkening Gayus adalah miliknya, faktanya dia malah dapat bagian juga dari Gayus.

Masalah  baru yang lainnya, ternyata Gayus sering meninggalkan rumah tahanannya tanpa alasan yang dapat dibenarkan undang-undang. Setelah diusut rupanya menyogok Kepala Rumah tahanan dan beberapa bawahannya untuk dapat keluar kemana-mana dan baru kembali saat akan disidang.

Ternyata ulahnya itu terbongkar sewaktu tertangkap kemera wartawan di turnamen tenis di Nusa Dua Bali meski dalam penampilan sedikit tersamar. Ini baru awal dapat korban. Keberadaanya di Bali pasti tidak bekerja dan rencana sendiri. Apakah istrinya juga akan terlibat melihat keberdaannya ditempat sama, siapa pemasok uang suap yang katanya Gayus sudah bangkrut. Adakah suatu konspirasi yang lebih besar dibalik keberadaannya di Bali?.

Dan Susnoduaji telah membuka kotak Pandora yang ternyata isinya Gayus Halomoan Tambunan yang akan menyambar dan akan mewabah bagi semua orang, akankah Susnoduaji juga terimbas dari terbukanya Kotak Kasus yang dulu pernah menjadi otoritasnya?.








Sabtu, 23 Oktober 2010

STUDI BANDING WALAU KE NEGERI CHINA

Ungkapan Tuntutlah ilmu walau ke negeri China, terlepas benar tidaknya itu Hadits Nabi, tetap mengandung makna yang sangat berarti dan mendalam.

Negeri China dalam ungkapan itu, bisa mengisyaratkan pengorbanan. Satu bentuk pengorbanan jiwa juga materi. Mengorbankan waktu, mengorbankan biaya demi ilmu dan pengetahuan.

Dulu, mungkin waktu adalah satu problem tersendiri.Tapi sekarang, seiring perkembangan teknologi informasi dan transportasi bukan lagi jadi masalah serius. Pergi ke negeri China atau negeri-negeri nun jauh lainnya kini bisa ditempuh relatif singkat. Maskapai penerbangan terus berlomba memberikan pelayanan memuaskan seefisien dan seefektif mungkin, termasuk dapat mempersingkat waktu sesuai pesanan pelanggan. Tinggal merogoh kocek.

Nah, bagaimana halnya kalau mau belajar di negeri jauh? misalnya Yunani, Belanda, Afrika Selatan, Inggeris dan lebih 100 negeri lainnya yang kayaknya harus (bukan perlu) dikunjungi. Tidak masalah asal ada duit. Yang jadi masalah setidaknya dimasalahkan, kalau biaya perjalanan itu dari orang lain yang dengan berat hati menyerahkan dan sebagiannya lagi tidak ikhlas dipakai  ke luar negeri.

Alasan mereka, kalau hanya untuk belajar kenapa mesti jauh-jauh ke luar negeri, manfaatkan saja media telekomunikasi. kenapa mesti ke negeri yang dianggap kurang kompoten. Kenapa studi-studi terdahulu tidak ada hasil yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat luas? sekurangnya ada laporan kunjungan studi yang dipublikasikan. Apa tidak sebaiknya dana studi banding itu dipakai memanggil dan menggaji para pakar luar negeri itu untuk memberikan kuliah umum atau pelatihan yang dapat diikuti seratus orang, seribu orang atau 235 juta orang Indonesia?. Tidak adanya penjelasan yang memuaskan membuat sebagian besar orang curiga kalau studi banding itu hanya kedok semata tapi sebenarnya untuk pesiar, jalan-jalan sambil belanja. Meninggalkan sejenak masalah dalam negeri.

Memang tidak bisa dipungkiri kalau studi itu benar-benar penuh pengorbanan, apalagi kalau menyangkut uang pribadi bukan uang orang lain. Ada anak bunuh diri lantaran bapaknya telat membayar sppnya, Beberapa siswa putus sekolah karena tidak mampu membeli seragam dan alat tulis-menulis, Atau terpaksa belajar di bekas kandang sapi karena sekolahnya roboh lama tidak direnovasi.

Dan, mereka sudah memasang sabuk pengaman, mesin dari tadi sudah dinyalakan, pun barang-barang sudah tersusun rapih di garasi. Lalu Musafirpun telah berlalu....

Rabu, 13 Oktober 2010

Berita Kepada Kawan?

Perjalanan bangsa kita beberapa tahun terakhir, benar-benar terasa sangat menyedihkan. Pertikaian mengatasnamakan agama, suku, kelompok atau golongan, ditambah lagi bencana alam silih berganti seakan menunggu giliran. Masih jelas di ingatan akan musibah tzunami Aceh, gempa Yogya, Padang, Situgintung atau lumpur sidoarjo dan terakhir banjir bandang Wasior, Papua Barat serta banyak lagi musibah lainnya yang luput dari pantauan pers.

Untuk itulah mungkin, Ebiet G. Ade, ingin mengabarkan kepada kawannya. Kawan sejati dalam suka duka. Kawan yang mampu diajak simpati terhadap musibah dan penderitaan orang-orang yang jauh dari kenikmatan kekayaan negeri ini. Sayang temannya itu tidak di sampingnya atau mungkin itu hanyalah teman khayalan karena tidak ada lagi yang dapat dijadikan teman sejati.

Lalu, Si Ebiet atau mungkin yang lain mencoba mengabarkan semuanya. Kepada laut, kepada ombak, kepada karang sebagai personifikasi wakil-wakil mereka di parlemen yang selalu berjanji memperjuangkan aspirasi wong cilik, wong mayoritas di negeri ini bila mereka terpilih. Kepada mereka yang dipercaya dapat memberi rasa aman, perlakuan adil tanpa pandang bulu. Sampai kepada matahari sebagai simbol dari para pengambil keputusan yang selalu diharap memberi kesejukan perlindungan dan keteraturan kelangsungan kehidupan semua anggota masyarakat.

Mereka tidak memberi jawaban memuaskan, jawaban yang tidak berpihak pada penderitaan orang-orang kecil, jawaban yang membingunkan kalau tidak mau dikatakan diam, bisu dan ditinggal sendiri, dibiarkan terpaku menatap langit yang jauh dari jangkauan bahkan harapan.

Mereka malah saling menyalahkan, saling menuduh, merasa pihak mereka yang paling benar, paling tahu kenyataan. Pemerhati lingkungan mengatakan musibah di Wasior terjadi karena tidak berfungsinya lingkungan hutan sebagaimana mestinya. Oleh ulah pengelolah hutan berizin, tambang, penebagan liar. Dan pemerintah harus bertanggungjawab sebagai pemberi izin serta minimnya pengawasan. Pihak lain mendesak pemerintah menjadikan musibah ini sebagai bencana nasional melihat banyaknya korban jiwa dan materi.

Pemerintah tentu tidak mau disalahkan sendiri. Pemerintah berdalih kalau musibah itu murni karena alam dan cuaca ekstrem yaitu curah hujan tinggi. Dan tentu belum bisa ditingkatkan statusnya jadi bencana nasional. Mungkin karena itu pulalah presiden tidak langsung kelokasi kejadian bencana. Ditambah lagi prasarana rusak 80 persen sehingga tidak memungkinkan adanya penyambutan seremonial pejabat, belum lagi wabah penyakit dari korban meninggal dan sampah mengancam. Apalagi pemerintah setempat tidak merekomendasikan presiden datang. Mungkin malu pada otonomi khusus yang memungkinkan anggaran bencana itu diambil alih dan disorot banyak pihak atau karena tidak mau direpotkan dengan acara penyambutan pejabat.

Lalu,
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Mungkin rumput juga tidak mau bersahabat karena sebentar lagi mereka akan tergantikan dengan batu dan beton disetiap sudut bumi ini.

Selasa, 28 September 2010

Tahun sulit SBY

Tahun pertama pemerintahan SBY/BUDIONO tampaknya tahun sulit dan merepotkan, bukan cuma tatanan birokrasi yang didesak perlu direformasi, tetapi juga tindak kriminal  semakin canggih dan berani termasuk teroris yang seakan tak ada habisnya.

Ada beberapa hal menurut saya merepotkan pemerintahan khususnya Presiden SBY.

Budiono sebagai Wakil Presiden adalah pilihan politik SBY dinilai banyak orang sebagai pilihan kontroversial.Meski Budiono pembawaannya kalem, tenang, lurus, tidak ambisius, dan banyak prestasi ekonomi, tapi tidak bisa banyak membela diri atas tuduhan perpanjangan tangan ekonomi Barat. Sikap diamnya itu semakin menguatkan dugaan. Berbeda dengan JK yang spontan, agresif menanggapi setiap isu yang ditujukan pada mereka. Tapi sikap JK ini oleh SBY yang penuh perhitungan taktik dan strategi, merasa dilangkahi dan ini bisa membuat citra JK lebih real president. Sby tentu tidak mau terus-menerus diisukan pemerintahan dualisme kepemimpinan yang dalam teori militer " akar SBY" sangat berbahaya. Di satu zizy, SBY tidak perlu repot melayani setiap tuduhan.Dan terakhir, Wakil Presiden Budiono tersandung skandal Bank Century. Otomatis presiden yang satu paket dengan wakilnya terbawa-bawa. Yang sedikit membantu disamping bangsa kita sebagian sentimentil  (pemaaf) adalah Budiono tidak ambisius serta ikhlas mengundurkan diri bila itu dikehendaki banyak orang juga bisa memahami keputusannya dalam masalah Century saat jadi Gubernur Bank. Semoga Budiono bisa membuktikan diri kalau Ia memang pantas menjadi Wakil Presiden kalau perlu jadi Presiden selanjutnya.

Sebagian orang dekat SBY juga ikut merepotkan. Mereka sering membuat pernyatan dan sikap pencitraan oleh pihak lain dinilai berlebihan. Kita bisa lihat masalah jabatan Jaksa Agung. Tidak perlu sampai ke Mahkamah Konstitusi seandainya orang dekat SBY jeli melihat peluang kritikus masuk. Meski banyak meng-counter dan berkali-kali tapi sudah terlanjur jadi isu nasional dan konsumsi publik. Pun setelah keluar putusan MK orang-orang dekat presiden tetap menganggap putusan itu tidak ada pengaruhnya alias Hendarman Supanji tetap sebagai Jaksa Agung selama ada surat pemberhentian dari yang mengankatnya. Sebagai orang yang mengagungkan hukum sebagai panglima, SBY akhirnya mengeluarkan putusan pemberhentian Hendarman Supanji. SBY lagi yang repot atas ngotot orang-orang dekatnya.

Anggota partai koalisi juga punya andil tersendiri. Segala kebijakan SBY/BUDIONO harus dengan komfirmasi dan persetujuan anggota pendukung pemerintah.Banyak anggota berarti banyak juga kepentingan dan mustahil semua kepentingan itu dapat dipenuhi. Semua merasa berjasa syukur-syukur kalau tidak ada yang  merasa lebih berjasa dari yang lainnya dan minta lebih. Pasti ada rasa tidak adil. Ada rasa sakit hati. Di kabinet bisa saja tampak kompak tapi di parlemen belum tentu apalagi di parlemen kepentingan dan tujuan politik lebih beragam lagi. seperti kasus Century, banyak anggota pendukung pemerintah memilih keputusan menyalahkan Budiono. Akibatnya muncul istilah "ada dusta di antara kita", lebih jauhnya ada isu resufle kabinet dari orang-orang dekat SBY sendiri. Tidak tertutup kemunkinan hanya gertak untuk mengukur kesetiaan anggota koalisi.

Hal lainnya datang dari kelompok oposisi. Meski bukan berarti oposis murni yang dikenal di negara-negara liberal. Selalu ada isu panas yang dimunculkan apalagi kalau sumbernya  datang dari  kekuasan. Konversi tabung gas yang tiap hari diberitakan menimbulkan korban. Teroris yang semakin berani. Atau korupsi semakin menjadi-jadi dan tidak berbanding dengan eksekusinya.

Munkin yang lainnya adalah Kalangan opurtunis. Melihat priode SBY sudah memasuki ambang batas tentu banyak ancang-ancang memperkokoh kedudukan, mencari posisi lain yang lebih menguntungkan tapi dengan mengabaikan alur-alur yang digariskan SBY sendiri. Akan timbul istilah habis manis sepah terbuang. Seperti Pimpinan yang lalu-lalu. Soekarno, Soeharto yang dielukkan sebagai Bapak Pembangunan sekarang hampir semua orang berbalik, Abdurrahman Wahid ditinggalkan orang-orang dekatnya setelah tidak berkuasa lagi, Megawati banyak pendukungnnya mendirikan partai baru, begitupun akan terjadi pada Susilo Bambang Yudoyono. Mudah-mudahan SBY tidam menjadi korban opurtunis.
     















    Sabtu, 25 September 2010

    TAROT DAN PEMILU

    Zizylain permainan tarot yang berkesan yang pernah saya alami adalah saat pemilihan presiden Tahun 2009.
    Dengan memakai kartu remi, saya tandai kartu mana mewakili arti apa menurut buku panduan tarot. Antara percaya dan tak percaya permainan tarot dan penasaran siapa yang bakalan jadi presiden, saya memulai aksi misterius ini.

    Pertayaan pertama kira-kira: Apakah JK menjadi Presiden RI tahun ini.
    Kartu yang terbuka menunjukkan kartu negatif berarti bukan Dia menurut versi saya.
    Kartu kedua terbuka menunjukkan golongan kartu positif dengan pertanyaan: Apakah Megawati Sukarnoputri yang jadi presiden. Berarti, Ya.
    Selanjutnya,Apakah SBY yang memenangi pemilu kali ini, dan jawabannya, Ya, untuk arti kartu positif.
    Saya berkesimpulan, dengan terbukanya ketiga kartu itu dengan tema pertanyaan yang sama, JK kalah dan Megawati Sukarnoputri serta SBY keluar sebagai pemenang pemilu atau sama-sama berpeluang jadi presiden.

    Dihari yang sama, saya mulai menebar tarot lagi dan mencoba menafsirkannya. Dari pertanyaan dan metode yang sama, tetap menunjukkan arti yang sama meski kartu yang terbuka berbeda.Saya merobah formulasi tebaran tapi tetap pertanyaan yang sama sebelumnya. JK diversuskan dengan SBY hasilnya JK negatif; JK versus Megawati Sukarnoputri hasilnya JK positif; Megawati lawan SBY dan SBY negatif. Saya malah bingung dan merasa terjebak pertanyaan dan keinginanku sendiri. Saking bingunnya tebaran terpaksa direhat. Keluar dari dunia intuisi yang membingunkan dan mencoba ke dunia logika.

    Meski SBY smart, tenang, santun dan berwibawa, banyak  lebih condong ke JK yang dinilai santai,  terbuka, spontan dan bisa ditebak jalan pikirannya. Kalau SBY dengan Megawati, oleh banyak pengamat, SBY diunggulkan apalagi banyak partai pendukungnnya, tapi Megawati tidak bisa diabaikan di samping pendukung setianya dari golongan menengah ke bawah juga banyak tokoh-tokoh yang tidak tampak di publik mendukungnnya dengan diam-diam.Bisa jadi apa yang tidak terduga jadi nyata apalagi politik tak dapat diprediksi sekalipun oleh ahli politik.

    Saya kembali menebar kartu di hari yang sama. Lagi-lagi saya ikutkan JK/Wiranto untuk menguji akurasi tebaran, tapi mereka tidak tampak, saya ulangi lagi sekali lagi, tetap tak muncul munkin sudah menyalahi aturan pertarotan.

    Tebaran berikutnya, SBY melawan Megawati. Saya berusaha mengesampinkan pikiran-pikiran dari setiap tebaran kartu Megawati yang saya anggap misterius, hasilnya SBY menunjukkan kartu golongan positif. Kembali menebarkan sisa kocokan kartu dengan pertanyaan: kenapa SBY menang, saya inpretasikan karena banyak dukungan meski lupa kartu apa yang terbuka saat itu, kesimpulan itu saya abaikan karena mungkin terpengaruh tanyangan dan pemberitaan media. Kembali membukan sisa kocokan kartu yang lain dan yang terbuka adalah 10 tongkat dengan pertanyaan: Apakah pemerintahannya lebih baik dari periode sebelumnya? . Bukankah berarti lebih baik tapi juga lebih repot?. Wallahuw wallam bis sawab.




    Jumat, 24 September 2010

    VERICHIP-TERORIS

    Rangkaian tindakan kriminal dramatis dalam beberapa minggu terakhir, mulai perampokan bersenjata di Bank CIMB Niaga, Medan, yang sempat terekam kamera CCTV sampai penyerangan bersenjata di Polsek Hamparan Perak Deli Serdan, Sumatera Utara, oleh kepolisian memastikan pelakunya dari kelompok teroris.Ironisnya, yang menjadi dalangnya, adalah Abu Tholut, yang juga merupakan residivis tindakan yang sama.

    Kadang saya berfikir dan saya yakin banyak orang lain berfikir sama, betapa hebatnya orang yang berada dibalik pengungkapan itu. cepat sekali pihak kepolisian mengidentifikasi kalau pelakunya adalah pasti teroris yang selama ini meresahkan banyak pihak. Hebatnya densus 88 dan intelijen kita, apa karena sudah pengalama bergumul dalam dunia "perterorisan" atau jangan jangan-jangan mereka punya SPY canggih  yang dapat memetakan posisi dan kegiatan para teroris.

    Kabarnya, ada alat canggih yang disebut VERICHIP yaitu chip sebesar butir gabah yang ditanamkan dibawah kulit tubuh manusia. Keperluannya chip ini untuk merekam jejak  orang yang ditanami untuk penanganan medis yang di-scam kemudian diteruskan lewat satelit ke bank data kesehatan orang tersebut. Apa tidak munkin Abu Tholut dan beberapa mantan teroris lain yang masih berkeliaran tanpa sepegetahuannya sudah ditanami chip ini sebagai spy detector untuk memantau posisi dan segala aktifitasnya dengan melihat Abu Tholut dan yang lainnya sudah tertangkap kemudian mendapat remisi dilepaskan tapi bukan bebas dari pantauan.

    Seandainya kalau boleh dikhayalkan, selama ini beberapa teroris yang sudah dipasangi verichip ini sebenarnya sudah menjadi objek kepolisian untuk menaikkan rating citranya yang selama ini merosot tajam akibat skandal beberapa oknum polisi, atau jangan-jangan salah satu strategi politik untuk mengaburkan masalah lama yang tak kunjung selesai dengan memunculkan isu baru ? seperti kata banyak pengamat. Kalau ya, masuk akal juga karena ada keterkaitan setidaknya bisa dikait-kaitkan masalah lama atau kasus baru yang lebih menggigit dicision maker akan menjadi santapan lezat pihak-pihak yang tidak senang para pengambil keputusan yang sekarang.

    Zizylain orang yang bukan dari kepolisian tentu hanya bisa meraba-raba kemisterian kepolisian dan intelijen karena yang tidak punya kepentingan dilarang tahu.

    Selasa, 14 September 2010

    OPEN (CLOSED) HOUSE

    Di Indonesia, Open House , selain tradisi mudik dan Halal Bi Halal, menjadi trend saat lebaran. Dalam kebiasaan Arab Jahiliyah dikenal Halal Bi Halal kemudian diperbaharui setelah datangnya Islam.

    Senin, 30 Agustus 2010

    ALAY budaya gaul masa kini?

    Salah satu fenomena kaula muda perkotaan akhir-akhir kini sampai awal tahun lalu adalah Alay.

    Tidak jelas siapa yang pertama kali memperkenalkan istilah atau budaya alay itu. Berasal dari mana dan apa makna sebenarnya dan sebagai pertanda apa fenomena alay ini.

    Ada yang mengartikan alay sebagai Anak LAYang, mungkin anak-anak yang senang main layangan sampai modelnya acak-acakan tak karuan, dengan rambut kemerahan kumal kena sinar matahari, tapi cuek baybe dan PDnya sangat tinggi.

    Sebagian mengartikan sebagai Anak LebAY, yaitu keterlaluan, kebangetan, atau tidak lazim dalam tatanan pergaulan sebelumnya. Istilah LEBAY sendiri tidak pernah dikenal pada kamus bahasa manapun,kecuali pada kamus ALAY, mungkin.Dengan adanya kata Lebay muncul istilah aneh-aneh seperti,anak-anak lebay,siswa lebay,mahasiswa lebay, sampai pada artis lebay. Mungkin itu yang mengispirasi seniman menciptakan lagu:Artis Lebay.

    Setidaknya ada beberapa aneh-aneh dari gejala Alay ini seperti:
    Penampilan sekilas seperti Anak-anak Funky,metal, roker, menyukai lagu-lagu keras yang berapi-api. Pakai anting sebelah pada cowoknya,atau pakai anting di kuping hidung. Sedangkan pada ceweknya beberapa anting di kuping berjejer, kadang tindikan di lidah. Rambut acak-acakan bagi prianya potongan rambut seperti perempuan, pun sebaliknya pada cewek hingga hampir tak dapat dibedakan mana cowok mana cewek.
    Alalay....kiamat sudah dekat.
    Tapi bedanya, Alay cenderung ke feminim, kebanci-bancian, kemayu-mayuan mirip perempuan.Kebalikan dari Funkrock yang lebih maskulin, keras anti cengeng. Seperti Godbles, tapi sudah masuk kepanggung sandiwara. Munkin tidak masuk kategori Kuburan, tapi sama-sama LUPA, yang satu lupa kunci musik, yang lain lupa kunci budayanya yang santun. Dan tentu tidak masuk penampilan Soneta dan menganggapnya TERRRRlalu.

    Tampilan lain dari kaum Alay yaitu, kadang pakai baju tapi bawahan tidak serasi menurut sudut style alias tidak macing, tapi bagi mereka itu baru pas dengan selera mereka. Sepatu kets dengan kaus panjang yang warna-warni ramai, atau celana luar tapi dalamannya kelihatan. Pakai belt kepala super lebar dan ujungnya sengaja dibiarkan menggantung sekenanya. Kadang pakai rantai menggantung di saku celana depan sedang ujung lainnya pada saku celana belakang, engtah rantai apa? lebih mirip rantai yang sering dipakaikan pada yang sering menggonggong sewaktu melihat orang yang tidak dikenalnya. Begitupun kaum Alay sering meneriaki orang-orang yang tidak sama dengan kumunitasnya

    Ciri lainnya, yaitu cara bicara mereka aneh dengan bibir atau mulut dibentuk sedemikian rupa dengan nada aneh manja, narsis dan sok-sokan, sok pintar, sok kaya, sok tahu kadang tampak seperti song gho khong. hehehe....
    Gaya ini sering ditampilkan artis Fitri Tropika atau djtj pada setiap actingnnya.

    Ciri khas lainnya yaitu tidak menggunakan tata bahasa Indonesia yang baku, baik dalam merbicara maupun dalam tulisan. Dalam pergaulan mereka sendiripun tidak punya ketentuan tata bahasa khusus yang penting bisa saling mengerti maksud yang mereka bicarakan. Ini hampir mirip atau mungkin pengembangan istilah yang pernah dipopulerka artis Debby Sahertian dalam kamus gaulnya, tapi kamus Debby kebanyakan  berlaku di kalangan waria. seperti :
    Apa sih  : Apo seh
    Titi dj     : Hati-hati dijalan
    saya teringat istilah OKKOTS di salahsatu daerah di Indonesia yaitu pengucapan bahasa atau kata-kata Indonesia ke dalam dialek atau kebiasaan daerah setempat seperti :
    Lautang : lautan
    Minung  : minum
    Heleng   : Helm
    Pada kaum Alay misalnya:
    Kamu        : kamuh-kamyu-k.muh
    Siapa         : siappva
    I love You : i lup u
    termasuk penulisan huruf besar dicampur dengan huruf kecil, atau diselingi dengan nomor atau simbol-simbol tertentu yang bagi orang awam butuh waktu memahami kata perkata itu. Ini sering dijumpai pada smsan, atau tulisan di friendster twitter, atau facebook.
    Begitulah sekilas penampilam mereka yang tampak nyata dilihat.

    Munkin gejala mereka merupakan akumulasi dari ketidakpuasan dari keadaan yang ada, anak muda yang tidak mau diatur-atur yang mereka anggap aturan hanya memasung kebebasan ekspresi mereka.
    Apa yang mereka lakukan sudah menabrak rambu agama, adat budaya yang ada dan menganggapnya sudah tidak level lagi dengan dunia modernism.

    Biar bagaimanapun,itu salah satu Zizylain bentuk kreatifitas yang berusaha mencari jatidiri sebelum memasuki dunia kedewasaan. Asal jangan menjadi budaya permanent masa tuanya seorang Alayers.

    Rabu, 04 Agustus 2010

    Ariel dalam Syair.....

    Ada yang benci dirinya
    Ada yang butuh dirinya
    Ada yang berlutut mencintainya
    Ada yang kejam menyiksa dirinya
    Dosakah yang dikerjakan
    Sucikah mereka yang datang

    Penggalan syair itu pernah dinyanyikan Ariel alias Nashril Irham, mantan vokalis band Peterpan.

    Engtah, kenapa Peterpan sempat membawakannya, yang kebetulan bukan ciptannya sendiri. tentu tidak ada yang salah bila menyanyikan lagu yang pernah ngetop di era tahun 80-an

    Yang aneh, setidaknya sedikit dianeh-anehkan, syair-syairnya itu sangat menyentuh sekaligus mengena dalam situasi masalah yang tengah dihadapi ariel menyangkut skandal video 18+ layak sensor itu.

    ada yang benci dirinya, sebagian penggemarnya, saingan profesinya, setidaknya pasangan mainnya dalam video itu, karena akibat ulah pengabadian adegan mereka itulah mereka juga terseret kasus hukum. Ada yang butuh dirinya, penikmat musik; pelaku bisnis musik; mulai produser;sponsor; media sampai pada pedagan kaset dilapak-lapak pasar, tak peduli itu asli apa bajakan; termasuk kaulah muda arielmania. yang tega menyiksa dirinya adala pengupload dan penyebar adegan ranjangnya yang sempat meresahkan masyarakat itu dan ramai dipemberitaan mancanegara.Yang mereka kerjakan tentu berdosa menurut hukum agama dan hukum masyarakat karena belum ada ikatan pernikahan yang membolehkan mereka melakukan perbuatan itu. Dan yang membenci, mencaci, menghinakan tidak ada jaminan bahwa mereka lebih baik dari Ariel sendiri.

    Jumat, 07 Mei 2010

    Akhirnya SRI MULYANI NON AKTIF juga.

    Pengankatan Sri Mulyani sebagai Direktur Pelaksana Harian Bank Dunia, disaat hampir bersamaan pengajuan pengunduran dirinya sebagai Menkeu yang kemudian langsung disetujui Susilo Banbang Yudoyono, oleh Kwik Kian Gie dinilai tidak wajar. Bagaimana tidak disaat kasus Bank Centuri belum jelas.

    Bagi pemerintah (SBY) adalah moment yang tepat untuk menonaktifkan Sri Mulyani dari sorotan publik yang oleh lawan politiknya dijadikan sebagai salah satu 'duri didagin' pemerintah. Persetujuan pengunduran diri Sri Mulyani merupakan upaya pencitraan SBY yang selalu mempertimbangkan soal dari berbagai zizy meski terkesan lamban.

    Dengan begitu kurang kesan lagi kalau penonaktifan Sri Mulyani sebagai reaksi desakan lawan polik SBY, terlepas dari benar salahnya keputusan bail uot BC yang dimasalahkan itu.

    Pengankatan Sri Mulyani sebagai pejabat bergensi perekonomian dunia dan persetujuan pegunduran dirinya oleh Presiden SBY tidaklah serta merta pemerintah terlepas dari beban. Lawan politiknya setidaknya pihak-pihak yang tidak senang ataukan pihak yang menunggu hasil pancingan di air keruh diam begitu saja. Pasti akan mencari cara lain untuk mempertahankan apa yang selama ini dilakukan adalah benar dan simbol perlawanan atas ketidakadilan yang berkuasa.

    Lawan politik pemerintah akan terus meminta pertanggungawaban Sri mulyani dan Budiono. Berusaha menghalangi Sri Mulyani meninggalkan Negara Indonesia ke kantor barunya, Washinton DC, Amerika Serikat. sampai putusan hukum kasus BC mendapat putusan tetap. Akan lebih menambah citra Sri Mulyani sebagai kaki tangan Neolib yang nota bene Bank Dunia adalah marcusuar liberalisme dunia.

    Tidak tertutup kemunkinan kecurigaan Kwik Kian Gie akan menjadi blunder yang membuat Pemerintahan SBY semakin melemah. Kalau memang tidak ada apa dibalik itu, kenapa SBY tidak tetap mempertahankan Sri Mulyani sebagai Menkeu yang punya prentasi mendunia, apa benar SBY kini sadar kalau bail out BC memang tidak tepat, tapi demi menjaga citra lalu beralasan kalau Bank Dunia membutuhkan Sri Mulyani, apa Bank Dunia lebih penting daripada Indonesia yang membutuhkan profesional seperti Sri Mulyani?. Apa munkin Bank Dunia punya maksud lain dari keputusan pengankatan Sri Mulyani? munkin ada agenda lain mengenai utang Indonesia?.

    Akhirnya hanya tinggal pertanyaan yang menunggu jawaban yang pasti selalu menimbulkan pertanyaan baru, karena inilah zizylain dari kehidupan bermasyarakat yang majemuk seperti Indonesia.