Minggu, 28 September 2014

Voting RUU PILKADA, kalah siapa?

Voting RUU Pilkada yg memutus pemilihan Kepala Daerah dikembalikan ke DPRD, meninggalkan pro dan kontra. Yang kontra menyebutnya mundurnya demokrasi dan yg pro mengatakan kembalinya demokrasi pacasila(permusyawaratan). Yang satu menuduh DPRD jadi sarang korupsi dan nepotisme yg lain mengklaim meminimal bentrok antar pendukung. Dan lucunya masing-masing pihak menklaim atas nam rakyat. 
Bukankah kalau ada satu yg  benar pasti yg lainnya salah, tidak mungkin dua-duanya benar pun sebaliknya.

Pihak satu menuduh, arah RUU itu untuk menjegal pemerintahan dan koalisinya karena sebelumnya ada beberapa partai yg ingin pilkada langsung tapi kalah dalam pemilu kini berbalik memilih pilkada lewat DPRD karena secara administratif anggotanya lebih banyak.
Pihak kontra RUUD Pilkada yg tergabung dalam koalisi pemerintahan Tahun 2014-2019, hematnya, bisa menang dalam voting melawan Pro yg tergabung dalam koalisi merah putih seandainya intensifnya dan cantiknya komunikasi dgn yg pro. Apa mungking karena mereka angkuh atas kemenangan pemilu dan tak mau nego alagi kalau sdh menyinggung soal kedudukan dalam pemerintahan(bagi upah hasil kerja bersama siapa). Atau sudah merasa yakin menang voting setelah orang-orang penting PDIP yakin beberapa anggoa koalisi merah putih (PPP-PAN-GOLKAR-GOLKAR-bahkan DEMOKRAT) mendekat. 

Apalagi Presiden terpilih, Jokowi, dgn yakin kalau PPP sdh 80% ?. Ditambah lagi mimpi kalau Partai Demokrat setuju Pilkada Langsung dgn 10 syaratnya.

Tapi ada daya koalisi pemerintah harus gigit jari setelah kalah suara. Partai Demokrat dan Presiden SBYpun jadi pelampiasan kekecewaan mereka terutama dari PDIP.
Hematnya kalau koalisi pemerintah mau bermain 'cantik', karena suasana sidang sulit ditebak kecuali kalau mereka selalu dibuai mimpi menang voting, saat Partai Demokrat Memutus walkout akibat tuntutannya tidak diakomodir, ramai-ramai saja walkout supaya hasil sidang tidak korum. Baru kemudian memikirkan strategi lain menang voting.
Bukan tak mungkin koalisi pemerintah tak memikir itu. Disana banyak pakar politik dan ahli strategi. Kecuali terbuai mimpi menang atau jangan-jangan sekadar siasat karena sebenarnya mereka juga setengah-setengah pada pilkada langsung yg hasilnya...? Hanya demi banyak pendukung yg mengatasnamakan rakyat dan juga ada tema PRO RAKYAT . lumayan rakyat versus koalisi kalah pemilu .

Duh politik memang sulit ditebak arah dan maunya apalagi sdh menyangkut kepentingan kelompok.

Masing-masing pihak yg berkomplik bertindak selalu membawa-bawa kata atas nama rakyat! Rakyat yang mana itu ? Padahal kalau ada kepentingan rakyat seperti bbm yg tinggi, pemerintah selalu berdalih demi menyelamatkan anggaran negara.

Rabu, 27 Agustus 2014

HABIS AL QAEDAH TERBITLAH ISIS


Semenjak Al Qaeda dituding sebagai pelaku runtuhnya gedung kembar WTC, 11 September 2001 lalu, dunia Islam mengalami degradasi. Defenisi Agama Islam kacau. Kutukan dan cemohan dmana-mana. Jadilah Islam sebagai agama teroris, pelegal pembunuhan, intoleran, pelanggar HAM dan stigma negatif lainnya. Media Baratpun semakin memperparah.

Sampai kini, peristiwa penabrakan gedung kembar itu masih misterius. Benarkah pelaku utama dari Al Qaedah?,meski ada konfirmasi dari orang penting AlQaedah!, atau itu hanya pengakuan sekadar membesarkan kemampuan kelompoknya lalu musuh jadi takut?. Siapa Osama bin Laden? Apa dia benar-benar prihatin atas nasib umat Islam Palestina?, benarkah dia agent Barat dan dijadikan peluncur untuk mengobok-obok Timur Tengah?, kenapa sampai sekarang kematiannya masih dirahasiakan. Kenapa seakan  tabu untuk dibicarakan?

Belum terjawab misteri Osamah dan Al Qaidahnya, muncul ISIS yg memperjuangkan kekilafahan Islam.
Semenjak Isis memproklamirkan negara Islam Irak dan Surya, April 2013, timbul kontroversi. Kekalifahan yg diidamkan banyak kelompok muslim dinilai tidak sesuai syariat. Kelompok Al Qaidah masih dinilai lebih baik ketimbang ISIS. Al Qaidah masih selektif menentukan sasaran tapi ISIS membabi buta. ISIS pun tidak mendapat dukungan didunia Islam termasuk Indonesia.
Timur Tengah kacau balau. Israel terus menggempur Gaza; Irak dan Surya makin panas; Kaum minoritas terancam. Amerika bergeming. Polisi dunia dan pemaksa demokrasi itupun menggempur sentra-sentra Isis di Irak dan Surya. 

Begitu cepatnya US mengambil tindakan menyerang Isis dibanding melerai Israel-Hamas.

Apa ada korelasi dari catatan-catatan media kalau US itu gagal mengamankan dan membuat Irak lebih baik dari rezim Saddam Husein. Pemerintahan Irak didominasi kaum syiah yg lebih condong ke Iran musuh abadi US. Surya tidak bisa ditembus musuh setelah Basyar alsaad terpilih memimpin kedua kalinya yg membuat US panas hati.
Mungkinkah ISIS yg buatan US itu (menurut pengakuan mantan menlu US, Hillary Clinton) sengaja dibentuk untuk menginterferensi Timur Tengah?. ISIS berhaluan Sunni kontra dengan pemerintah Irak yg didominasi Mazab Syiah. 
Dan kini missi yg dibawa ISIS tidak laku. Iran malah tidak terlalu terpengaruh. Hisbullah juga sama. Masalah ISIS bahkan belum menyamai rating Jalur Gaza yg menyita perhatian dunia dan US tidak bisa berbuat banyak menghentikan serangan Israel ke Palestina. Dengan sangat terpaksa ISIS harus dilumpuhkan sementara yang mungkin sewaktu-waktu bisa diaktifkan lagi?. ISIS berubah jadi Frankeistein yg harus dirobah sebelum mengambil korban lebih banyak walau tuannya sendiri. Bukankah ISIS ingin menghancurkan Ka'bah di Mekah dan berniat menghapus Amerika Serikat dari peta dunia?.


Spekulasi muncul, mungkinkah  ISIS merupakan hasil konspirasi antara Israel- Usa-Saudi Arabiah. Hehe.. lebih mirip kedengaran :ISIS dengan ISrael-US-Sarabiah. Ditambah lagi rumor kalau Arab Saudi dicurigai sebagai salah satu penyandang dana Isis. Lalu kenapa bisa Israel dan Arab Saudi akur bukankan musuh dalam hal Palestina?. Yah... terpaksa. Arab Saudi tidak senang pada Hamas yg kini menguasai Palestina bahkan memblack list Hamas sebagai Kelompok teroris. Juga Arab Saudi tidak sehaluan dengan Syiah Irak.

Komplik di Timur Tengah menyita perhatian dunia trik dan konspirasi dunia terbuka lebar. Dan Islam diperebutkan oleh teman bahkan musuhnya. "Buih di lautan semakin banyak, angin dan badai siap mengombang-ambinkan buih itu yg hanya berisi gelembung kosong"...

Jumat, 04 Juli 2014

PEMILU, Idealism dan lucu-lucuan ?

Dari kesekian kalinya pemilu presiden diadakan di Indonesia, mungkin tahun 2014 adalah yang sedikit aneh dan menggelikan. Media kampanye beragam, adu Kreasi kampanye vulgar negatif sampai black. Benar-benar memberi nuansa berbeda dari sisi lainnya.

Berbeda media kampanye, berbeda cara berfikir dan sebagainya. Atau bisa dikatakan pengembangan dari kreatifitas kampanye  yang lalu-lalu. Termasuk perilaku peserta dan atau pendukung masing- masing.

Politisi atau Seleberity  tingkat tinggi sedikit banyak menampakkan cermin diri dan cara berpikirnya. Lebih menegaskan integritasnya atau membingungkan. Idealiskah, memosisikan beda dari yg lain, galau, kecewa, atau mungkin sekadar lucu-lucuan ?. Hanya dirinyalah yg tahu siapa dan apa maunya.

Betapa tidak Hary Tanoe berpindah dari Partai Nasdem ke Hanura, kabarnya di Nasden tak dapat posisi bagus dibanding di Hanura yg langsung diusung jadi cawapres ketum, Wiranto. Tragisnya dipecat ataukah mengundurkan diri setelah gagal memenuhi target pileg. Eh tau-tau secara pribadi gabung pengusung capres Prabowo. Keputusan politik HT karena idealisnya, kecewa, atau memosisikan diri sebagai teman dari rival politik Prabowo ?.

Hampir mirip dengan FajrulRahman. Dari pertama tak setuju Jk digadang-gadang calon presiden dan atau wapres. Tapi permantap diri berpihak pada Jokowi setelah musuh bebuyutannya ada di pihak lawan Jokowi. Ada Pks, ada Fahri Hamzah, Tipatul Sembiring dan sebagainya. Apalagi Prabowo dekat dgn keluarga mantan presiden Suharto yg pernah memenjarahnya, lebih lagi kalau Prabowo akan mengangkat Suharto jadi pahlawan nasional bila terpilih jadi presiden. Dan hal itulah yg otomatis mengecilkan nilai aktifitasnya di masa orde baru.

Selanjutnya ada Prof. Mahfud MD dan Rhoma Irama yg lalu berseberangan dengan Muhaimin Iskandar. Mereka dan pendukung masing-masing berharap dicapres atau cawapreskan, malah JK yg diusulkan jadi cawapres Jokowi oleh Muhaimin. Padahal Jk tidak berkeringat untuk Partai K Bangsa dibanding Mahfud atau Rhoma Irama yg dinilai punya efek positif bagi partai.

Ada lagi pengacara, Farhat Abas yg fenomenal di sosial media. Dari pertamanya dukung Prabowo yg dinilai tegas, kemudian berpindah kepada Jokowi-JK. Apa karena di Prabowo ada Ahmad Dani ?

Ada lagi, sebagian orang tak habis pikir. Jusuf Kalla, yg beberapa bulan sebelumnya, tidak suka kalau Jokowi dicapreskan. Jk pernah sesumbar mengatakan 'bangsa akan bahaya kalau Jk jadi presiden'. Setelah dicawapreskan PDIP, kata-katanya diingatkan lagi. Bukan Jk kalau tidak bisa ngeles. ' itu dulu sebelum kinerja jk belum nampak', balasnya.
Saat pemilu tahun 2009, dimana ia capres mengatakan kalau dirinya tidak terpilih maka ia akan pulang kampung (makassar?). Lagi-lagi punya jawaban kalau Indonesia juga kampungnya. Beliau ibarat punya segudang senjata yg dapat membahayakan dirinya sendiri.

Ada Anies Baswedan sekarang dari tim pemenangan Jokowi-Jk. Dulu pernah mengeritik blusukan Jk sebagai gaya pencitraan. Setelah Jk terpilih cawapres, ia kemudian merapat ke Kubu Jokowi-Jk. Apa ada hubungannya saat JK capres Tahun 2009 dimana JK dalam debat,  bahwa Anies pantas memegang salah satu posisi penting dalam pemerintahannya bila terpilih.

Prof. Amin Rais, dulu tak terlalu suka Prabowo dari kasus Ham Tahun 1998,  Kini ada dipihak Prabowo. Apa karena ada 'anak emasnya' Hatta Rajasa?.

Dan banyak lagi penampakan yg ironis dalam perpolitikan dimanapun dibelahan bumi, apalagi Indonesia yg baru berdemokrasi kalau tak mau dikatakan baru mendefenisikan yg namanya demokrasi.

Tapi itulah politik tidak bisa prediksi bahkan dikhayalkan. Politik ibarat asap yg terbang kemana arah angin menuju.
Tak ada yang boleh menyalahkan siapa. Tak ada yg berhak memaksa orang lain sependapat ataukah seniat dengan yg lain.

Selasa, 03 Juni 2014

PEMILU DAN SKSD

Berita yg dirilis kompas online menjelang kampanye capres/cawapres sempat memprovokasi pikiranku. Bagaimana tidak hanya gara-gara capresnya direndahkan 2 tukang becak di jawa timur bertengkar lalu berakhir pemukulan.

Menjelang pemilu entah presiden' legislatif atau pilkada sampai pemerintahan paling rendah, pendukung masing-masing calon pada kasak kusuk. Mereka seperti SKSD alias sok kenal sok dekat.
Masing-masing merasa paling dekat dan paling kenal dengan jagoannya.

Saya sanksi mereka yg banyak bicara tentang keunggulan jagoannya memang betul-betul tahu kenal. Bahkan sebagian besar dari mereka belum pernah bertemu calonnya. Mereka sekadar tahu dari info media pers dan lalu memercayainya bulat-bulat.

Mereka mungkin tidak merasa kalau sebagian besar pers ikut arus berpolitik meski skala kecil-kecilan untuk survive.
Apa mereka, mania calon, tidak merasa saatnya calon mereka 'promo' harapan, supaya dagangannya laku.

Lucunya kalau ada pedagang mengatakan" belilah daganganku tapi jeleknya....?.

Senin, 24 Maret 2014

CALEG DALAM SEMANGKOK COTO











Aku baru saja menyerahkan selembar uang 50 ribu ke Daeng Naba' atas semangkok cotonya, ketika tiga anak muda Masuk. Sepertinya mereka karyawan kantor depan warung yg baru Saja saya tempati makan. Mereka ambil tempat duduk sejajar pintu masuk warung agak menyudut.
"Ada uang pas?", tanya Daeng Naba sambil mengutak-atik laci uangnya.
" wah, tidak ada", balasku.
"Saya tukar dulu" katanya lalu keluar tanpa minta persetujuanku.pasrah.
"Itumi saya bilang, jangan salah pilih lagi". Salah seorang memulai pembicaraan. Mungkin tepatnya melanjutkan apa yg mereka bicarakan sebelum masuk.
"Ada uang ada suara!", balas temanya.
"Sekarang bukan lagi jaman money politik, bro", jawabnya sambil menuang air minum di gelas depannya. Ia meneguk sedikit dan "calon yg begituan tak usah lagi dipilih. Itu membodohi masyarakat,mencederai demokrasi. Orang yg mengandalkan uang bisa dipastikan kalau terpilih yg pertama dipikir ongkos politiknya. Berapa dikeluarkan maka ia mencari pos anggaran untuk dipreteli. Kalau cuma menharap gajinya, 5 priode bertugaspun belum cukup", cerocosnya berteori. Nyonya warung yg lagi mencuci mangkok bekas pakai hanya manyung seakan jenuh pembicaraan dengan tema demikian.
"Malah sebaliknya, sekarang orang-orang sudah pintar. Tidak mau dibodohi lagi beda janji saat kampanye dan setelah terpilih. Kalau sdh dibayar terserahmi mau tepati atau ingkar janji.impas khan?", balas temanya tak mau kalah dan melanjutkan " saya curiga calon yg menentang money politik, jangan-jangan Tidak cukup modal alis modal percaya diri berlebihan saja. Palingan modal stiker". 
"Siapa sich calonmu", lanjutnya sekilas melihat teman dialognya lalu mengerling pada temannya yg dari tadi diam sabar menunggu hidangan. Temanya yg dikerlingpun membalas kerlingannya dan melirik temannya yg terjebak teorinya sendiri.Lalu meledaklah suara mereka bertiga seakan Kini sepaham.dengan tersipu malu "sepupuku sendiri. Aku mencari calon pemilih sebanyak-banyaknya. Tapi ininya kurang", sambil menggesek-gesekkan ibu jari dgn telunjuknya.
"Boleh sih, tapi...", kata temanya sengaja tidak melanjutkan kata-katanya. Tapi dilanjutkan temanya yg lain" coto ini kauyg traktir". Hahaha... mereka kembali ketawa bebas tanpa beban politik.
Saya kemudian keluar warung Daeng setelah menerima uang ansuran kembalian.

Menarik kalau tak dikatakan lucu. Sampai kini orang masih masalahkan politik uang. Bukankah uang salah satu bagian dari politik?. Politisi mana ya, yg tak mengalkulasi diri dengan uang/ materi. 

Politik uang atau materi politik kayaknya selalu ada dan akan selalu ada dalam suatu komunitas. Kita bisa lihat sejarah bangsa ini, mulai zaman kerajaan, Hindi Belanda, Jepang, Orla-Orba, Reformasi dan masa apalagi setelahnya.
bahkan kisah dalam kitab suci ada matre politik. Masa kehidupan Sorga, Iblish-Malaikat-dan Adam manusia pertama. Meski skala dan formatnya beda. Tapi intinya selalu materi dan spiritnya sama.

Rasanya kurang pas kalau dikatakan kalau menyogok adalah pembodohan politik dan disogok suatu kebodohan dan seterusnya. Tapi bagi banyak orang, menerima sogok untuk memilih tertentu adalah kecerdikan dan tak mau dibohongi lagi. Dulu waktu kampanye mereka obral janji dan bla bla bla. Tapi setelah terpilih, rumah dan kantornya tertutup untuk janjinya.

Sudah impas kalau menerima bayaran untuk memilih calon yg bayar. Menang atau kalah, menepati atau ingkari janji kampayenya sabodoh amat. Ini mendingan daripada disogok tapi pilih yang lain atau lebih partisipan daripada golput yang katanya suara itu mahal tapi terkadang tak berarti bila pemilu usai.

Ada berasumsi, calon yg money polytic, setelah terpilih yg pertama dipikir pasti mengembalikan 'ongkos' politiknya. Dari sumber tak dibolehkan hukum. Bukan dari gaji yang sungguh jauh dari nilai yg dikeluarkan sewaktu kampanye. Untuk itulah badan hukum seperti polisi dan kpk diberdayakan.

Akan selalu ada pilihan politik. Nurani perasaan atau logika. Raga bisa didera hukum tapi jiwa politik bebas mencelah dan mencari celah.

Kamis, 23 Januari 2014

PROF. YUSRIL KECEWA PRESIDENTIAL THRESOLD MASIH ADA PEMILU 2014?

Keputusan Mk tentang uji material Uu Pemilu th. 2008, yang diajukan Effendy Ghozali telah dibacakan. Pemilu serentak  untuk memilih Presiden dan anggota legislatif berlaku efektif pada tahun 2019.

 Keputusan ini masih belum membuat puas Prof. Yusril Ihza Mahendra yang juga mengajukan hal yang sama tapi materinya lebih luas lagi. Dia menganggap putusan itu akan membuat kefakuman hukumnya selama lima tahun. seyogyanya setelah diputuskan saat itu juga berlaku.


Prof. Yusril curiga  ada apa dgn Mk atas keputusan itu. 



 Pun pihak lain yang sepakat Prof. Yusril , seperti Partai PP mempertanyakan legalitas hasil pemilu 9 april 2014 nanti.
 Sebagai catatann pula kalau partai PP selama ini tidak pernah memenuhi syarat Presidential Thresold dan partai ini lebih siap apabila uu revisi ini berlaku tahun ini apalagi calon presidennya sudah defenitif tidak seperti  Partai-partai besar yg mesih menunggu hasil pemilihan legislatif.

 MK punya pertimbangan bahwa keputusan itu tidak melanggar konstitusi. Mk kuatir bila berlaku tahun ini bisa menimbulkan kegaduhan politik melihat mepetnya wakyu pemilu apalagi semua agenda kpu dudah terjadwal.

 Meski revisi uu itu belum berlaku tahun ini, tapi setidaknya mengurangi kecurigaan pihak yang kontra pada Yusril. Yg mana mencurigai kalau yusril hanya mencari celah supaya Dia lolos sebagai Capres tanpa  presidential thresold. juga karena balas budi kepada presiden sby yng meloloskan partai yusril sebagai peserta pemilu. sebagai balasannya, Yusril menggugat uu pemilu sehingga pemilu ditunda dan partai Sby punya waktu pencitraan yg menjelang pemilu semakin menurun elektabilitasnya.

 Kita tak pernah tahu apa niat dan pikiran orang-orang hebat bangsa ini. kita hanya bisa mengambil hikmah dari apa yang mereka perbuat.












APA SETELAH YUDICIAL REVIEW UU NO 42 TAHUN 2008?


Mahkamah Konstitusi telah membacakan putusan atas uji material Uu no 42 tahun 2008 tentang pemilihan umum. Menetapkan pemilihan umum serentak  dan berlaku tahun 2019. berarti pemilu tahun 2014 ini masih mengacu pada uu pemilu sebelum direvisi.

 Dengan begitu, tahun ini, kecil kemungkinan Prof. Ihzamahendra, bisa dicalonkan jadi presiden, yang masih memakai sistem presidential thresold bila melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya tidak pernah masuk bilangan partainya berhak mencalonkan kadernya jadi presiden. Bahkan tahun inipun partainya nyaris tidak masuk peserta pemilu.

 Apakah Prof. Yusril tetap menginginkan pemilu serentak tahun ini dengan melihat celah hukum yang didapat? atau bersabar menunggu tahun 2019 seandainya 9 April 2014 nanti, partainya belum mampu menempuh presidential thresold.

 Yang pasti sebelum pemilu 2019 yang mengadekan pemilu presiden dan anggota legislatif bersamaan, masih menunggu kemungkinan judicial-judicial review tentang pemilu. Dan para cendekia tetap terus mencari celah uu  menurut 'BANGSANYA SENDIRI'.
 



Sabtu, 04 Januari 2014

DOA BERBAYAR

Di penghujung tahun 2013, beberapa media menghebohkan publik atas terbitan berita tentang titipan doa dgn dominasi tertentu. 

Orang Islam diperintahkan berdoa langsung kepada Allah tanpa perantara. 

Memang beberapa ulama membolehkan orang yang diyakini punya berkah dan ma'sum mendoakan orang lain, bahkan Rasulullah ,Muhammad saw,  bahkan beberapa sahabatnya sering mendoakan orang lain. Tapi sungguh sangat berbeda dengan apa yang dihebohkan ini.

Bedanya karena adanya dominasi sejumlah uang yang ditentukan. Lalu didoakan ditempat-tempat mustajab doa diijabah.
Apakah ini modus baru mem'bisnis'kan agama?

Saya tidak habis pikir, bagaimana jalannya.
Kalau banyak minta didoakan tentu banyak pendoa juga, ya?
Siapa yang tahu kalau doa yang dititipkan sudah dilaksanakan?. Sistem kepercayaan? 

Saya jadi menghayal kalau pemalas dimanfaatkan atau memanfaatkan.
Tidak perlu mengurus soal ibadah termasuk berdoa, cari duit saja sebanyak-banyaknya lalu bayar orang untuk mendoakan.

Tapi biar bagaimanapun, di situ juga ada hikmah. Dan zizylain hidup berbisnis dan ibadah.

Jumat, 10 Agustus 2012

MANAJEMEN IBLISH


Adalah Abdullah salah seorang sahabat Rasulullah SAW buta tapi saleh.
suatu ketika, ia mendengar waktu masuk shalat.. Buru-buru menuju masjid untuk shalat berjamaah yang begitu banyak keutamaannya. Di tengah perjalanan ia terkena musibah, terjatuh dan kesajitan Tapi tidak mengeluh apalagi meratap. malah tetap melanjutkan perjalannya dengan tabah dan ridha.

Dengan ketabahannya dan kesalehannya itu, Allah menghapus setengah dari semua dosa-dosanya.
Keputusan Allah itu membuat Iblis gusar dan galau. Dengan begitu sia-sialah perjuangannya menggoda salah seorang manusia. 

Iblis kemudian mengutus prajuritnya menuntun si buta tersbut ketika selalu ke masjid atau ibadah lainnya.
Suatu waktu sahabat yang buta itu heran dan menaruh salut pada penuntun yang selama ini setia, tanpa bosan dan mengeluh. Untuk itu ia mau mendoakannya supaya semua dosa-dosanya diampuni Allah SWT, tapi penuntunnya itu tidak mau didoakan. Kalau didoakan berarti ia dan kaumnnya menyadari kesalahannya dahulu yang tidak bersujud pada Adam atas perintah AllahSWT.
 Sahabat yang buta tersinggung, karena itu satu-satunya cara membalas budi atas jasa-jasa penuntunnya. tentu tidak mau ditagih balas budi di saat ia tidak mampu memblas jasa apalagi di akhirat kelak.
Iblis kemudian berterus terang siapa dirinya sebenarnya.

Adapun alasannya menuntunnya agar dosa si buta yang tinggal separuh separuh  terhapus juga. Jadi lebih untung menuntun ke masjid yang mungkin nilainya tidak seberapa daripada terjatuh lagi lalu dosanya yang tinggal separuh terhapus juga.

Iblis memilih berkorban sedikit untuk menghalangi kebaikan yang lebih besar.

Senin, 02 Januari 2012

KORUPTOR MENCURI SANDAL POLISI

Kalau ada koruptor mencuri sandal jepit, apa tidak aneh, ya. atau sudah edan kali'.
Namanya saja koruptor bahasa kerennya white collar alias pencuri pintar alias modusnya tidak sama dengan pencuri kebanyakan.
Habis mencuri, besoknya diciduk polisi syukur-syukur tidak langsung dibakar massa.
Dan yang dicurinya tidak tanggung-tanggung, melebihi apa yang menjadi kebutuhan keluarganya bahkan yang tidak menjadi bagian keluarganya.
Tidak seperti seorang pelajar sebuah SMK, mengambil sandal jepit seorang bintara polri atau nenek Minah memetik 3 biji kakao milik orang lain.

Kalau koruptor mencuri sandal jepit apa tidak lucu? kecuali kalau sandal yang dicurinya 1 kontainer dan tentu langsung dalam bentuk duit kess.

Kalau dipikir-pikir orang awan yang kuper dalam hal hukum dan politik, misalkan pencuri 3 biji kakao yang harganya tidak lebih 15 ribu diancam 1 bulan penjara dan atau ALL mencuri sandal jepit yang harganya tidak lebih 50 ribu rupiah dengan ancaman 5 tahun kurungan, kira-kira berapa tahun ancaman bagi pencuri pintar yang mengambil uang negara miliaran rupiah?.

Tapi dasarnya pencuri pintar tentu hukumannya cuma ancaman. Meskipun dipenjara juga, tapi pasti 2 kali setahun yakni hari kemerdekaan dan hari raya agama dapat remisi sedikitnya 6 bulan. kalau pintar-pintar, bisa jalan-jalan dan belanja  ke Singapura atau nonton tenis di Bali.

Biar bagaimanapun, setiap pencuri harus dihukum berdasarkan tingkat kesalahannya. Pengadilan harus adil memutuskan. Banyak mengambil banyak pula pertanggungjawabannya.
Bila kasus sandal jepit ukuran dasarnya 5 tahun penjara, berarti koruptor ratusan bahkan miliaran rupiah harus lebih banyak dari 5 tahun penjara. Pun sebaliknya, bila sang koruptor cuma di ganjar penjara 5 tahun maka pencuri sandal jepit jauh lebih rendah dari 5 tahun penjara.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Monalisa tetap misteri

Kabarnya, awal lukisan Monalisa karya Leonardo Davinci menjadi misteri adalah proses pembuatannya sampai 16 tahun dan disembunyikan sampai akhir hayat pelukisnya.

Banyak orang meyakini engtah siapa yang memolerkannya kalau lukisan Monalisa itu adalah Lisa Gerardini, isteri seorang pengusaha kaya raya bernama Francesco Del Giocondo, tapi kini keyakinan berkembang.
Adalah Silvano Vincenti, salah seorang peneliti lukisan asal Italia menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa model lukisan Leonardo itu adalah sebetulnya pria. Dia meyakini lukisan Monalisa itu diilhami oleh Gian Giacomo Capretty yang telah lama menjadi pelayan pekerjaan sang Maestro. Menurut kesimpulan dari beberapa penelitiannya ada beberapa bagian dari lukisan yang berbeda Leonardo Davinci mempunyai persamaan. lebih langjut mengatakan kalau modelnya itu mempunyai julukan Salai yang berarti Setan Kecil.

Yang lain menyimpulkan bahwa lukisan Monalisa adalah bayangan diri Leonardo Davinci sendiri. Perwujudan dari Janus, dewa hemaprodit, yaitu maskulin disebelah kanan dan sisi feminim disebelah kiri sehingga menghasilkan senyum yang tetap misteri sampai 500 tahun.


Analis lain menyatakan kalau Monalisa sebenarnya adalah istri Leonardo sendiri setidaknya selingkuhannya yang kemudian memutuskan menjadi biarawati. Mungkinkah  ini sebagai petunjuk sehingga penggalian dibawah biara santa ursula dipercaya sebagai Makam Monalisa yang misterius itu. Dan sampai kini belum ada kabar dari hasil penggalian dan tulang belulang yang ditemukan.

Sabtu, 02 Juli 2011

Bongsor itu kini sakit

Namanya "biru", sama nama tetangganya yang super power nun jauh itu, tapi terkadang disebut Bongsor karena pertumbuhannya pesat sejak kelahirannya dan lalu jadi fenomenal. Tidak sama saudara dan keluarganya yang lain yang mengalami proses pendewasaan tapi pun kadang-kadang genit, cengeng dan kekanak-kanakan. Banyak merasa heran, kok Biru cepat membesar begitu, apa makannya dan siapa yang kasi makan, tapi sekarang tahu sama tahu dan bersaing kasi makan demi dapat berkah setidaknya sok dekat,

Biru mempunyai saudara yang duluan lahir. Namanya "Kuning". SiKuning tidak serta merta besar meski lama-kelamaan besar tidak wajar juga. karena pihak lain dipaksa dan terpaksa membesarkannya kalau tidak, jatah makan siang dikurangi bisa-bisa merana sepanjang masa. Hingga suatu waktu ramai-ramai ditinggalkan sendiri. tapi tidak terlalu lama menunggu, si kuning kembali bermetamorfosis jadi neo kuning dan tampaknya akan mengalami puberitas selanjutnya.

Juga memiliki kakak tertua "Merah" namanya. Dulu pernah jadi idola, tapi karena masa lalunya rumit. Hidupnya pasang-surut. Kini berjalan tertatih sendiri demi merebut pamor yang kini dalam kendali Si Biru. Si Merah terkadang merasa dianak tirikan hanya pringsip dan kejayaan masa lalulah yang membuatnya tetap bertahan dan baiknya masih ada sebagian sahabatnya yang masih setia menemaninya.

Kini Biru yang bongsor itu dalam keadaan sakit entah stadium keberapa. Badannya bengkak sana sini seperti teriak-teriak untuk segera ditangani belum lagi bekas-bekas cubitan dari luar yang membuatnya kewalahan menggaruk serta menangkis kiri-kanan 
Pada awalnya pihak lain menganggap itu hanya strategi pencitraan saja yang selama ini sering dimunculkan, tapi karena teriakan dan tekanan virus-virus dari dalam tubuhnya sendiri membuat semua berpikir serius akan derita Biru. Ada perihatin dan  banyak pula memandang ini adalah suatu oportuniti yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Wajar saja Biru yang bongsor itu kewalahan dan bingung menghadapi semua masalah-masalahnya yang tampak tumpangtindih karena belum cukup pengalaman dalam teknik problem solving, belum pengalaman dalam mengurus banyak komunitas dengan segala unek-uneknya, umurnya saja belum genap 10 tahun tidak seperti kakak-kakaknya yang sudah kuyup masalah. 

Parahnya lagi, pihak pihak yang selama ini dekat dan gemas dengan perpormance Biru seperti menjaga jarak, apa tak ingin tertular sakit atau melihat ada peluang mengambil posisi Biru setidaknya cari aman dari segala kemungkinan bila nantinya Si Biru terjadi apa apa yang memungkinkan diasingkan dari sebagian aktivitas dan kebahagiaan kelurganya yang selama 7 tahun ini puas dinikmati.

Saat ini benar-benar tahun ujian bagi Biru yang bongsor itu. Ia ditantang untuk memberikan bukti bahwa ia besar bukan tidak wajar tapi sehat. Bukan besar karena penyakit bukan matang karena hasil karbitan setidaknya sampai lebih 2 tahun lagi.